ADVERTISEMENT

Selasa, 02 Nov 2021 14:03 WIB

4 Ribuan Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa, Gimana Nih Nasibnya?

Dian Utoro Aji - detikHealth
Kudus -

Empat ribuan dosis vaksin Astrazeneca di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kedaluwarsa per 29 Oktober 2021. Dinas Kesehatan pun masih menunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan dengan adanya temuan tersebut.

"Menunggu petunjuk dari Kemenkes karena ada kajian ED (expired date atau kedaluwarsa) standarnya oleh BPOM diberikan waktu enam bulan. Selama bahan itu tidak rusak, itu diperiksa ulang maka masih layak bisa digunakan atau diperpanjang sesuai dengan ketentuan dari Kemenkes," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Anik Fuad kepada wartawan ditemui di kantornya, Selasa (2/11/2021).

Anik menuturkan ada sebanyak 4.000-an dosis vaksin Corona yang kedaluwarsa. Anik pun mengaku sudah melaporkan temuan tersebut kepada Kementerian Kesehatan.

"Jumlahnya perkiraan 4.000-an sampai ED. Itu dosis masih disimpan di rumah sakit. Yang saya laporkan ke Kemenkes itu 400 vial," jelas Anik.

Dia mengatakan bahwa awalnya menerima sebanyak 50 dosis vaksin Astrazeneca pada tanggal 12 Oktober 2021. Namun tertera pada vaksin tersebut tanggal kedaluwarsa sampai 29 Oktober 2021. Hingga tanggal kedaluwarsa tiba, sisa vaksin yang belum disuntikkan mencapai sekitar 4.000 dosis.

"Penerimaan tanggal 12 Oktober jadi rentang waktu 17 hari. Karena tanggal 29 Oktober 2021 itu ED (expired date atau kadaluarsa). Kita punya waktu selama 17 hari jumlah dosis yang dialihkan kita 50 ribu dosis," ungkapnya.

Kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo mengaku rentang waktu yang sedikit untuk menyuntikkan puluhan ribu dosis vaksin. Akibatnya ada ribuan dosis yang belum disuntikkan sampai batas waktu kedaluwarsa.

"Rentang waktu sangat sedikit kurang dari 10 hari untuk menyebarkan vaksin sebanyak 50 ribu dosis. Per tanggal 29 Oktober 2021, itu hampir seluruhnya kita selesaikan tapi cuma beberapa dosis yaitu kemudian data dan kita kembalikan sesuai dengan prosedur diamanatkan Dirjen P2M," kata Badai kepada wartawan ditemui di gedung Setda Kabupaten Kudus siang tadi.

"Kemungkinan bisa akan digunakan kembali setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Makanyakondisinya sudah bagus begitu ED harus ada perintah baru lagi," sambung Badai.

(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT