Sabtu, 06 Nov 2021 18:11 WIB

Doctor's Life

Cucu Pendiri Mustika Ratu Buka-bukaan Problem Perempuan Masa Kini, Apa Katanya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sebagai cucu seorang pendiri bisnis kosmetika legendaris, dr Kusuma Puteri punya pandangan sendiri soal kecantikan. Sekaligus jadi motivasi untuk jadi dokter. Dokter kecantikan Kusuma Puteri, cucu dari pendiri Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo. Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Cemerlang sosok Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu, bak mendarah dalam keluarganya. Sang cucu yang memilih jalan hidup sebagai dokter kecantikan, dr Kusuma Puteri, punya pesan berharga untuk perempuan-perempuan masa kini, khususnya yang kerap terpapar konten media sosial. Apa katanya?

Di matanya, banyak perempuan kini hanya berfokus pada bentuk tertentu dalam mendefinisikan cantik. Walhasil, tak sedikit yang berlomba-lomba menjadi cantik seperti orang lain. Padahal, semua perempuan cantik dengan karakternya masing-masing, atau yang dr Puteri sebut 'personalized beauty'.

Maka itu dalam ranah kecantikan, yang 'dipercantik' tak hanya tampilan fisik. dr Puteri juga menyinggung soal pentingnya kecantikan dari dalam, seperti kesehatan fisik maupun mental.

"Yang paling penting adalah kita sebagai wanita harus fokus untuk menjadi versi yang terbaik dari diri kita. Jangan melihat orang lain seperti ini. Yang penting kita mau mempercantik diri kita, baik dari dalam maupun dari luar," ujarnya saat ditemui detikcom di tempatnya berpraktik, Ambrosia Klinik dan Estetik, Selasa (2/11/2021).

"Ibaratnya di dunia kecantikan kan nggak hanya cantik dari luar seperti hidung mancung atau mukanya V shape tapi juga dari dalam mungkin kesehatan, bisa juga secara mental kita bahagia, bisa infused vitamin. Jadi menurut aku cantik adalah ya kamu sendiri. Yang kamu lihat di kaca. Jadi jangan lihat orang lain," sambung dokter berusia 25 tahun tersebut.

Gara-gara media sosial

Menurut dr Puteri, pentingnya merawat dan mengembangkan apa yang ada pada diri sendiri kerap luput dari ingatan para perempuan. Alih-alih berfokus pada diri sendiri, paparan media sosial yang mempertontonkan model wanita cantik membuat banyak perempuan ingin menjadi cantik seperti orang lain.

"Menurut aku sangat luput karena mungkin efek dari media sosial. Orang sering melihat model ini begini, aku mau begini juga. Padahal sebenarnya, setiap orang punya kecantikannya sendiri dan cara untuk cantik juga berbeda-beda setiap orang," pungkasnya.



Simak Video "Target Kesehatan Mental di Indonesia: ODGJ Berat Dapatkan Pelayanan "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)