Kamis, 18 Nov 2021 12:30 WIB

RI Mulai Suntikkan Booster di 2022, Masihkah Ampuh Lawan Varian Delta Cs?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Pakar mengakui vaksin-vaksin yang sudah digunakan untuk dosis 1-2 memang mengalami penurunan efektivitas terhadap varian baru Corona seperti varian Delta. Mengingat booster atau dosis ketiga vaksin COVID-19 di Indonesia disebut bakal dimulai awal 2022, apakah jenis vaksin yang digunakan bakal mengikuti strain virus terbaru?

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban kembali menyinggung riset yang sudah berlangsung terkait efektivitas vaksin COVID-19 dosis 1 dan 2. Ia menyebut berdasarkan riset sejauh ini, efektivitas vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna terbukti menurun dalam melawan varian Delta.

Varian Delta mendapat perhatian khusus, mengingat varian ini disebut-sebut sebagai biang kerok lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran di RI Juli lalu.

"Untuk varian Delta menurun, tapi menurunnya bervariasi tergantung vaksinnya. Jadi kalau Pfizer dibuktikan menurunnya lumayan anjlok. Bahwa ada penelitian yang membuktikan turun sampai sekitar 45 persen dari lebih dari 90 persen efektif, turun separuhnya. Moderna masih lumayan. Turunnya masih di atas 70 persen" terangnya dalam diskusi daring, Kamis (18/11/2021).

Namun ia menambahkan, meski tingkat efektivitas vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna terbukti menurun terhadap varian Delta, vaksin-vaksin tersebut masih tetap berfungsi menangkal. Walau memang, perlindungannya tak bisa seratus persen.

"Terbukti juga bahwa walaupun turun sampai 45 persen, namun tidak membuat yang terkena menjadi gawat. Yang gawat, meninggal dunia walaupun sudah vaksin dua kali Pfizer, ada namun sedikit banget," ujar Prof Zubairi.

"Kalau yang sakit agak banyak, namun sakitnya ringan, OTG (Orang Tanpa Gejala). Jadi tetap vaksinasi 1 dan 2 itu amat sangat penting dan melindungi. Walaupun tidak melindungi 100 persen," pungkasnya.

(vyp/up)