Jumat, 19 Nov 2021 09:33 WIB

AS Selidiki Botol Misterius Berlabel 'Cacar', Ada yang Terpapar?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Geger temuan beberapa botol berlabel 'cacar' di sebuah laboratorium Pennsylvania, Amerika Serikat. FBI hingga Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC) langsung turun tangan, menginvestigasi insiden tersebut.

Pasalnya, cacar dinyatakan berhasil diberantas 1980 silam oleh Organisasi Kesehatan Dunia setelah upaya vaksinasi global bersama. Sebelum itu, virus yang dengan mudah menular antarmanusia ini menginfeksi 15 juta populasi per tahun dan cukup mematikan karena 30 persen dari mereka meninggal dunia.

Wabah terakhir yang dilaporkan di AS adalah pada tahun 1947. Adakah yang terpapar dari temuan botol atau vial misterius tersebut?

"Tidak ada indikasi bahwa siapa pun telah terpapar sejumlah kecil vial atau botol di kulkas salah satu lab AS tersebut," kata CDC dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email ke CNN.

"Vial berlabel 'Smallpox' secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang pekerja laboratorium saat membersihkan lemari es di fasilitas yang melakukan penelitian vaksin di Pennsylvania," sambung mereka.

CDC menyebut isi dari vial atau botol tersebut tampak utuh. Kini, insiden penemuan botol misterius tersebut masih terus diselidiki.

"Pekerja laboratorium yang menemukan botol itu mengenakan sarung tangan dan masker wajah. Kami akan memberikan rincian lebih lanjut jika tersedia," beber CDC.

Pada tahun 2014, karyawan National Institutes of Health menemukan enam botol cacar di ruang penyimpanan yang tidak digunakan saat mereka mengemas laboratorium di kampus NIH's Bethesda, Maryland, untuk memindahkannya. Dua dari botol tersebut rupanya berisi virus.

CDC juga mengatakan pada saat itu tidak ada bukti siapa pun telah terpapar dengan isi botol mana pun.



Simak Video "AS Bersiap Sambut Turis Asing Mulai November 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)