Jumat, 19 Nov 2021 19:14 WIB

Geger Kabar Mike Tyson Meninggal Usai Isap Racun Kodok, Ini Faktanya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Mike Tyson (Foto: Getty Images/Lintao Zhang)
Jakarta -

Kabar Mike Tyson meninggal sempat menghebohkan warganet. Ternyata, petinju berusia 55 tahun itu mengaku merasa sudah meninggal setelah dirinya menghisap racun kodok psikedelik.

Petinju Mike Tyson, yang kembali berlaga pada November lalu melawan Roy Jones Jr, mengatakan kepada New York Post bahwa setelah dia menghisap racun dari kodok Sonora Desert Toad, dirinya merasa memiliki kehidupan baru.

"Saya 'meninggal' selama perjalanan pertama saya," kata Tyson kepada New York Post.

"Dalam perjalanan saya, saya telah melihat bahwa kematian itu indah. Hidup dan mati keduanya harus indah, tetapi kematian memiliki reputasi yang buruk. Racun itu telah mengajariku bahwa aku tidak akan berada di sini selamanya [di dunia]," lanjutnya.

Tyson mengatakan dia mulai menghisap racun kodok sejak empat tahun lalu dan semenjak saat itu, ia sudah menggunakannya lebih dari 50 kali. Racun kodok diklasifikasikan oleh Penegak Hukum Narkoba Pemerintah (DEA) Amerika Serikat sebagai obat yang saat ini tidak memiliki penggunaan medis yang diterima dan berpotensi tinggi untuk disalahgunakan.

"Saya melakukannya dengan berani," kata Tyson kepada Post saat menghadiri Wonderland, sebuah konferensi untuk psikedelik, microdosing dan obat-obatan, di Miami, Florida.

"Saya menggunakan obat-obatan berat seperti kokain, jadi mengapa tidak? Ini adalah dimensi lain," pungkasnya.

Menurut Tucson Herpetological Society, kodok yang mengeluarkan racun tersebut bernama Sonora Desert Toad atau yang memiliki nama ilmiah Incilius alvarius. Kodok ini berukuran "sangat besar," dan dapat mencapai panjang lebih dari delapan inci dengan berat 900 gram. Kodok ini dapat ditemukan di Gurun Sonora California, Arizona dan Meksiko.

Kelenjar parotid dari kodok ini disebut-sebut memiliki sifat halusinogen. Ketika berbicara dengan Post, Tyson juga mengatakan dia telah kehilangan 100 pon setelah menggunakan racun kodok psikedelik dan merasa menjadi orang yang sepenuhnya berbeda.

"Jika Anda mengenal saya pada tahun 1989, Anda mengenal orang yang berbeda. Pikiran saya tidak cukup canggih untuk memahami apa yang terjadi, tetapi hidup telah membaik," jelas Tyson.

"Seluruh tujuan racun kodok adalah untuk mencapai potensi tertinggi Anda. Saya melihat dunia secara berbeda. Kita semua sama. Semuanya adalah cinta," sambungnya.

Tyson telah mengakui secara terang-terangan bahwa dirinya menggunakan narkoba dan pada 2019 mengaku telah menghabiskan $ 40.000 atau sekitar Rp 570 juta sebulan untuk ganja.



Simak Video "Australia Berduka, Angka Kematian Covid-19 Catat Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)