Senin, 22 Nov 2021 05:30 WIB

Mengerikan! Operasi Jantung Sampai Ditunda Imbas Lonjakan COVID-19 di Eropa

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi sakit jantung Ilustrasi serangan jantung (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Lonjakan COVID-19 di Eropa membuat banyak negara kewalahan. Tak terkecuali Belanda, yang bahkan sampai harus menunda tindakan penting seperti operasi jantung.

Hal ini dilakukan karena ruang-ruang perawatan intensif harus dialihkan untuk menangani COVID-19. Penundaan juga dialami pasien kanker, yang seharusnya harus menjalani operasi dalam 6 pekan setelah diagnosis.

"Ini mengerikan, tentu saja, untuk pasien," ujar juru bicara LCPS, organisasi nasional yang bertugas mengalokasikan sumber daya rumah sakit, dikutip dari Reuters, Minggu (21/11/2021).

Data National Institute for Health (RIVM) menunjukkan ada lebih dari 23.000 kasus baru dalam 24 jam sebelumnya pada Kamis (18/11/2021). Angka ini lebih tinggi dibandingkan rekor tertinggi harian sebelumnya sekitar 13.000 yang dicapai pada Desember 2020.

Awal November 2021, Belanda mewajibkan penggunaan masker di toko-toko. Lockdown parsial kembali ditrapkan akhir pekan lalu, termasuk menutup bar dan resto setelah pukul 8 malam.

Rencana penerapan 'Corona Pass' bagi yang sudah divaksinasi atau sembuh dari COVID-19 banyak ditentang. Kebijakan ini dinilai diskriminatif dan bisa berimbas pada perpecahan.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)