Selasa, 23 Nov 2021 11:00 WIB

Terburuk Selama Pandemi, Jerman Buka-bukaan Soal Amukan COVID-19 Saat Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Kanselir Angela Merkel menyebut lonjakan kasus COVID-19 di Jerman kini adalah yang terburuk yang pernah terjadi. Menghadapi situasi dramatis ini, ia memperingatkan rumah sakit bakal segera kewalahan kecuali gelombang keempat COVID-19 bisa dipatahkan. Tak lain, dengan pembatasan ketat.

Menurutnya, banyak warga Jerman terlihat masih tidak paham soal parahnya situasi pandemi COVID-19 kini. Di samping itu, masih jauh lebih banyak orang yang harus divaksinasi dibanding yang sudah, dan target cakupan vaksinasi tersebut tak akan tercapai dengan sendirinya.

Ia meminta 16 negara bagian Jerman, yang sebagian besar menetapkan kebijakan sendiri tentang pembatasan pandemi, untuk memperketat pembatasan mulai pekan ini.

Semakin panik, Merkel membuat seruan bagi warga Jerman untuk meningkatkan perjuangan melawan virus Corona. Pasalnya, infeksi telah meningkat pada kecepatan rekor.

Orang belum divaksinasi bakal kena COVID, risiko kematian

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Senin (22/11/2021) menyebut orang yang tidak divaksinasi COVID-19 hampir pasti akan tertular virus dalam beberapa bulan mendatang. Lebih lagi ia yakin, beberapa dari mereka akan meninggal dunia.

"(Pada akhir musim dingin ini) hampir semua orang di Jerman mungkin akan divaksinasi, sembuh atau mati", kata Spahn pada konferensi pers di Berlin. dikutip dari The Straits Times, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, kebijakan penguncian penuh (lockdown) tak akan bisa dikesampingkan lagi.

"Imunitas akan tercapai," katanya.

"Pertanyaannya adalah apakah itu melalui vaksinasi atau infeksi, dan kami dengan empati merekomendasikan jalur melalui vaksinasi," sambung Spahn.

Disebut bakal genjot suntikan booster atau dosis ketiga vaksin COVID-19, memangnya bakal efektif patahkan gelombang keempat? Begini jawaban Spahn.

Selanjutnya
Halaman
1 2