Jumat, 26 Nov 2021 17:00 WIB

Maia Estianty Curhat Alasan Suami Tak Mau Punya Anak Darinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rahasia Cantik dan Awet Muda Maia Estianty, Pakai DNA Salmon hingga Kacang Kedelai Curhat Maia Estianty mengungkap alasan suami tak ingin punya anak darinya. (Foto: Instagram @maiaestiantyreal)
Jakarta -

Tiga tahun menikah, Maia Estianty dan Irwan Mussry belum memutuskan punya anak. Bukan tanpa alasan, Maia terang-terangan menjelaskan penyebab sang suami enggan mempunyai anak darinya.

"Akunya sih masih bisa, cuma mas Irwan-nya sudah nggak mau karena dia kan ditinggal bapaknya umur 8 tahun. jadi dia bilang dia udah hampir 59 besok ini jadi kalau dia punya anak di umur 59, nanti anaknya umur berapa ditinggalin, kalau masih kecil kasian," tutur Maia dalam YouTube SULE CHANNEL.

"Dia punya trauma sendiri ditinggalkan bapaknya umur sekian, mungkin kalau ketemunya 10 tahun lalu beda cerita ya, beda 14 tahun," sambung dia.

Apa sih ciri-ciri seseorang trauma?

Dikutip dari Medical News Today, American Psychological Association (APA) mendefinisikan trauma adalah respons emosional seseorang saat diterpa peristiwa mengerikan seperti kecelakaan, pemerkosaan, kehilangan seseorang, hingga bencana alam.

Seseorang mungkin mengalami trauma sebagai respons terhadap setiap peristiwa yang mereka anggap mengancam atau berbahaya secara fisik atau emosional. Terkadang, mereka yang mengalami trauma kerap merasa kewalahan, tidak berdaya, terkejut, atau mengalami kesulitan memproses pengalaman mereka.

Trauma juga bisa memiliki efek jangka panjang pada kesejahteraan seseorang. Jika gejalanya menetap dan tingkat keparahannya tak berkurang, ini dapat menunjukkan bahwa trauma telah berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang disebut gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Jenis trauma

  • Trauma akut: Ini hasil dari satu peristiwa stres atau berbahaya.
  • Trauma kronis: Ini hasil dari paparan berulang dan berkepanjangan terhadap peristiwa yang sangat menegangkan. Contohnya termasuk kasus pelecehan anak, intimidasi, atau kekerasan dalam rumah tangga.
  • Trauma kompleks: Ini hasil dari paparan beberapa peristiwa traumatis.

Gejala trauma

Gejala trauma bisa muncul dari segi psikis hingga fisik. Berikut beberapa gejalanya.

Gejala psikis

- penolakan
- amarah
- takut
- kesedihan
- malu
- kebingungan
- kecemasan
- depresi
- mati rasa
- kesalahan
- keputusasaan
- sifat lekas marah
- kesulitan berkonsentrasi

Gejala pada fisik

- sakit kepala
- gejala pencernaan
- kelelahan
- jantung berdebar
- berkeringat
- merasa gelisah



Simak Video "Bahaya FWB, Bikin Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)