Daftar Negara Tutup Pintu Masuk untuk Afsel Gegara Omicron, RI Termasuk?

ADVERTISEMENT

Daftar Negara Tutup Pintu Masuk untuk Afsel Gegara Omicron, RI Termasuk?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 27 Nov 2021 10:02 WIB
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia.
Singapura ikut melarang kedatangan dari Afrika Selatan. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Banyak negara sepakat menangguhkan sementara perjalanan dari tujuh negara Afrika Selatan, usai muncul varian super Omicron. Corona B.1.1.529 ini menjadi kekhawatiran dunia di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang juga dilaporkan beberapa negara.

Sejauh ini, varian Omicron sudah tersebar di Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe, Belgia, Israel, hingga Hong Kong.

Dikutip dari DW News, Afrika Selatan menyayangkan pembatasan perjalanan yang dilakukan banyak negara. Pihak Afsel menyebut pembatasan ini 'kejam' dan bertentangan dengan saran WHO.

"Kekhawatiran langsung kami adalah kerusakan yang akan ditimbulkan keputusan ini terhadap industri pariwisata dan bisnis kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Naledi Pandor Afsel dalam sebuah pernyataan.

Berikut negara yang menutup pintu masuk untuk Afrika Selatan karena varian Omicron.

Jerman

Jerman jadi salah satu negara yang menutup pintu untuk Afsel. Menuding wilayah di Afsel menjadi daerah varian baru virus Corona.

Maskapai penerbangan hanya diizinkan untuk mengangkut warga negara Jerman dan penduduk ke Afsel. "Semua tindakan ini diperlukan, proaktif dan preventif," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn kepada wartawan.

Uni Eropa

Uni Eropa telah meminta banyak negara untuk menyetop sementara dari Afrika selatan. "Larangan ini harus tetap berlaku sampai kita memiliki pemahaman yang jelas tentang bahaya yang ditimbulkan oleh varian baru ini," kata presiden Komisi, Ursula von der Leyen, dalam siaran pers.

Denmark mengumumkan untuk sementara waktu melarang perjalanan yang tidak penting ke Afrika Selatan dan beberapa negara Afrika lainnya. Otoritas kesehatan Denmark mengatakan mereka telah mengurutkan semua kasus COVID-19 dan tidak menemukan tanda-tanda mutasi baru termasuk varian Omicron.

Yunani telah membatasi pelancong dari wilayah Afrika selatan, mereka yang diizinkan mask hanya yang memiliki alasan penting dengan hasil tes negatif COVID-19.

"Semua pelancong dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Lesotho, Zimbabwe, Mozambik, Eswatini, Zambia dan Malawi akan menjalani tes kedua pada saat kedatangan mereka ke negara itu dan akan dikarantina selama 10 hari," kata kementerian kesehatan setempat dalam sebuah pernyataan.

Italia mengatakan pihaknya melarang masuknya mereka yang telah berada di Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia atau Eswatini dalam dua minggu terakhir. Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan para ilmuwan sedang mempelajari varian baru B.1.1.529, sembari terus meningkatkan kewaspadaan.

Di Prancis, para pejabat untuk sementara menangguhkan penerbangan dari wilayah tersebut selama 48 jam.

Larangan di Republik Ceko dimulai pada hari Sabtu dan berlaku untuk warga negara ketiga yang menghabiskan lebih dari 12 jam di wilayah Afrika Selatan dalam dua minggu terakhir. Zambia juga masuk dalam daftar 'terlarang' di Praha.

Inggris telah mengumumkan akan menangguhkan penerbangan dari wilayah Afrika Selatan mulai Jumat kemarin.

Spanyol mengatakan akan membatasi penerbangan dari Afrika Selatan dan Botswana. "Kami akan melihat tentang negara lain, tetapi untuk saat ini adalah dua negara itu," kata Menteri Kesehatan Carolina Darias menegaskan kepada penyiar TVE.

Swiss melarang penerbangan langsung dari Afrika Selatan dan wilayah sekitarnya. Rusia memberlakukan pembatasan perjalanan bagi orang asing dari beberapa negara Afrika serta Hong Kong. Gugus tugas virus corona Rusia mengatakan langkah-langkah itu akan berlaku mulai 28 November. Ia juga mengatakan varian Omicron belum ditemukan di Rusia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Temuan Terkini Terkait Subvarian Omicron BN.1"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT