Jadi Penyebab Penularan Varian Omicron, Masker Katup Dilarang CDC Sejak 2020

ADVERTISEMENT

Jadi Penyebab Penularan Varian Omicron, Masker Katup Dilarang CDC Sejak 2020

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 29 Nov 2021 07:15 WIB
KN95 FPP2 Corona Virus Protection face mask on a wooden desk with a laptop computer out of focus in the background
Masker katup, biang kerok penularan varian Omicron di Hong Kong. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Javier Ruiz)
Jakarta -

Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron telah terdeteksi di sejumlah negara, salah satunya Hong Kong. Di negara itu, penularannya dikaitkan dengan masker katup.

Hasil investigasi ahli mikrobiologi Yuwn Kwok Yung menemukan pasien yang terinfeksi varian Omicron sebelumnya memakai masker katup saat bepergian.

"Masker ini agak egois... ketika udara dihembuskan melalui klep udara, tidak disaring, itu tidak baik," katanya.

Sudah tidak direkomendasikan sejak 2020

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sejak Agustus 2020 lalu telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup untuk digunakan sebagai metode pencegahan Corona.

Penggunaan masker jenis ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.

"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," tulis CDC di laman resminya.

Para ahli paru juga sepakat bahwa penggunaan masker katup tidak efektif dalam pencegahan COVID-19. Sebab pemakaiannya justru bisa membahayakan orang lain.

Masker dengan katup satu arah ini dimaksudkan untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi, memungkinkan pengguna untuk menghirup udara yang disaring dan menghembuskan udara hangat dan lembab melalui katup. Katup ini mengurangi panas dan kelembaban di dalam masker, membuatnya lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.

Tapi desain ini tidak mencegah penyebaran penyakit menular. Alasan utama memakai masker di era COVID-19 adalah untuk mencegah droplet menyebar ke udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Tetapi ketika masker memiliki katup, droplet dari pemakainya dikeluarkan ke udara dan bisa menulari orang lain.

"Masker katup itu hembusan napas dari pemakai keluar, sehingga kalau pemakai masker katup itu sakit COVID-19, maka udara yang keluar dari masker membahayakan sekitarnya, jadi tidak disarankan," ujar dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikHealth, Sabtu (27/11/2021).



Simak Video "Singapura Cabut Aturan Wajib Masker di Ruangan Mulai Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT