Rabu, 01 Des 2021 14:04 WIB

Inggris Izinkan Orang dengan HIV Bergabung Jadi Tentara

Ayunda Septiani - detikHealth
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Ada kabar baik di Hari AIDS Sedunia 2021. Kementerian Pertahanan Inggris akan mengizinkan orang yang terbukti positif HIV untuk bergabung dengan angkatan bersenjata jika mereka tidak lagi mengidap virus dalam jumlah tertentu.

Personil tentara yang terinfeksi HIV setelah wajib militer sudah dapat berdinas di angkatan bersenjata meskipun mereka digolongkan tidak sepenuhnya bugar. Kategori tersebut menurut kementerian pertahanan akan diubah juga.

"Pengobatan telah merevolusi kehidupan dan kelanjutan orang yang didiagnosis dengan HIV. Sebagai pemberi kerja yang modern dan inklusif, benarlah bahwa kami mengakui dan bertindak berdasarkan bukti ilmiah mutakhir," kata menteri muda pertahanan Leo Docherty, dikutip dari laman Reuters.

Sementara itu banyak negara salah satunya Amerika Serikat saat ini masih melarang orang dengan HIV untuk bergabung dengan angkatan bersenjatanya, dan telah menghadapi tantangan hukum atas kebijakannya untuk tidak mengizinkan personel yang positif HIV untuk menyandang status sebagai perwira.


Dengan pengobatan yang tepat, jumlah virus dalam darah orang yang terinfeksi HIV dapat diturunkan ke tingkat yang tidak terdeteksi, yang mana secara efektif menghilangkan kemungkinan mereka menularkan virus yang menyebabkan AIDS kepada orang lain.

Mulai awal tahun depan, personel tentara Inggris yang bertugas yang telah dites positif HIV tetapi tidak lagi membawa muatan virus yang terdeteksi, akan diklasifikasikan sebagai sepenuhnya bugar. Artinya, mereka dapat dikerahkan pada operasi militer.

Orang yang memakai obat-obatan dapat mengurangi risiko tertular HIV juga akan dapat bergabung dengan angkatan bersenjata. Secara historis, siapa pun yang minum obat secara teratur tidak dapat bergabung dengan angkatan bersenjata Inggris, dengan pengecualian terbatas seperti alat kontrasepsi.

Rencana perubahan itu disambut oleh organisasi amal National AIDS Trust Inggris.

"Karir di angkatan bersenjata adalah satu-satunya karir yang tidak terbuka untuk orang yang hidup dengan HIV di Inggris, dan dengan perubahan yang sangat dibutuhkan ini militer akan lebih mampu memenuhi kewajibannya untuk memajukan prinsip melibatkan semua kalangan dalam jajarannya," kata Deborah Gold, kepala eksekutif organisasi tersebut.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)