Rabu, 01 Des 2021 22:33 WIB

Hari AIDS Sedunia

Ada 72 ODHA Baru di Boyolali, 13 Faskes Layani Pengobatan

Ragil Ajiyanto - detikHealth
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive Hari AIDS Sedunia (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebanyak 72 kasus baru Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) ditemukan di Boyolali, di tahun 2021 hingga bulan Oktober. Tujuh penderita diantaranya meninggal dunia. Sebanyak 13 fasilitas kesehatan (Faskes) siap memberikan layanan kepada ODHA.

"Selama bulan Januari - Oktober 2021 kasus baru HIV-AIDS yang dilaporkan sebanyak 72. Dengan rincian 60 ODHA sudah memulai pengobatan ARV, tujuh meninggal dunia dan lima belum memulai pengobatan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) , Puji Astuti, dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di gedung Panti Marhaen, Boyolali Rabu (1/12/2021).

Dari data tersebut, sebanyak 83,3 persen ODHA baru sudah memulai pengobatan. . Namun, dari akumulasi 572 ODHA baru 249 penderita yang menjalani pengobatan dengan meminum ARV. Jumlah ODHA yang masih minum ARV atau on ARV di Kabupaten Boyolali sampai bulan Oktober 2021 sebanyak 249 ODHA. Jumlah tersebut tidak mencapai setengah atau baru 43,5 persen.

Maka, lanjut Puji, masih perlu adanya upaya untuk meningkatkan penemuan ODHA baru di Boyolali. Pencarian tersebut melalui screening sesuai standar pelayanan minimal (SPM), notifikasi pasangan, mencari ODHA lost to follow up, ODHA yang belum minum ARV serta perluasan layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) HIV-AIDS di Puskesmas.

"Maka kami perluas layanan test and treat berupa pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS), pemeriksaan HIV, PDP HIV-AIDS secara komprehensif di 13 layanan," jelasnya.

Yaitu, terangnya, di RSUD Pandanarang, RSUD Simo, Puskesmas Boyolali 1 dan 2, Puskesmas Teras, Puskesmas Banyudono 1, Puskesmas Ngemplak, Puskesmas Nogosari. Kemudian Puskesmas Andong, Puskesmas Ampel, Puskesmas Karanggede, Puskesmas Sawit dan Puskesmas Juwangi.

Diungkapkan Puji, penyebab HIV-AIDS di Boyolali yang sering ditemukan dan paling tinggi yakni hubungan seks menyimpang dan heteroseksual.

"Titip pesan ke masyarakat bahwa kasus HIV/AIDS ini jauhi penyakitnya tetapi jangan jauhi orangnya. Karena ini adalah satu penyakit yang harus kita bantu supaya bisa ditemukan, sehingga akhirnya kita untuk pengobatannya itu menjadi lebih baik," harap Puji.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)