ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 10:30 WIB

Dikaitkan Siskaeee Jadi Tersangka, Ini Gejala dan Penyebab Ekshibisionisme

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tampang Siskaeee Setelah Diamankan Polisi di Bandung Siskaeee ditangkap. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Video 'ekshibisionisme' Siskaeee tengah pamer payudara dan alat kelamin, ramai tersebar di media sosial. Karenanya, Siskaeee kini resmi menjadi tersangka usai tiba di Yogyakarta dan menjalani pemeriksaan di Polda DIY Minggu (5/12/2021) malam.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto belakangan mengungkap identitas asli Siskaeee yakni berinisial FCN kelahiran Sidoarjo tahun 1998. Rupanyam selain di Bandara Yogya, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat untuk melakukan aksi 'ekshibisionisme'.

"Menurut pengakuan S ada beberapa lokasi di Yogya yang dijadikan tempat tersangka S untuk melakukan aksinya selain di Bandara YIA," kata Yuli.

Sebenarnya, siapa sih orang yang masuk kategori mengalami ekshibisionisme?

Dikutip dari Psychology Today, orang tersebut setidaknya selama enam bulan terakhir memiliki fantasi atau dorongan seksual tidak biasa seperti:

  • Mengekspos alat kelamin pada orang lain tanpa persetujuan demi mendapatkan gairah seksual
  • Kesulitan mengontrol diri bahkan di aktivitas sehari-hari
  • Ada dorongan tak terkendali untuk masturbasi, atau menunjukkan alat kelamin, di depan orang lain yang tidak menaruh curiga.

Penyebab ekshibisionisme

Gangguan eksibisionistik dikategorikan ke dalam subtipe berdasarkan apakah seseorang lebih suka mengekspos dirinya kepada anak-anak praremaja, orang dewasa, atau keduanya.

Alasan mereka kerap melakukan hal tersebut biasanya dilandasi beberapa hal seperti berikut:

  • Pelecehan seksual anak usia dini
  • Pelecehan emosional anak usia dini
  • Terlalu fokus pada menenangkan diri secara seksual
  • Gangguan kepribadian termasuk perilaku antisosial
  • Ketidakdewasaan seksual termasuk pedofilia
  • Keluarga masa kecil yang tidak harmonis.

Berapa banyak wanita yang mengalami hal ini?

Dikutip dari Huffpost, faktanya perempuan juga bisa mengalami gangguan ekshibisionisme. Meski begitu data di Amerika Serikat menunjukkan hal ini lebih banyak terjadi pada pria, bahkan mereka yang sudah menikah.

Bisakah diatasi?

Ada beberapa psikoterapi dan strategi medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. Apa saja?

  • Meditasi
  • Kesadaran kognitif
  • Mengajarkan empati

Ironisnya, empati adalah satu-satunya perilaku yang sebenarnya bisa diajarkan. Oleh karena itu, dengan menempatkan diri di tempat korban dan dengan mencoba mengalami perasaan mereka, seseorang seharusnya dapat menemukan isyarat atau pemicu, untuk membantu mengatasi dorongan seksual tersebut.



Simak Video "Di Balik Aksi Ekshibisionisme yang Dilakukan Siskaeee"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT