ADVERTISEMENT

Rabu, 15 Des 2021 16:19 WIB

Apa Itu Vaksin BIAS? Bikin Pusing, Mepet Vaksin COVID-19 Anak 6-11 Tahun

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Siswa Siswi sekolah dasar menerima vaksin COVID 19 di SD Negeri 2 Pondok Bambu, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Pemerintah memulai vaksin Covid-19 anak berusia 6-11 tahun mulai hari ini. Sasaran vaksinasinya mencapai 26,5 juta anak berdasarkan data sensus penduduk 2020. Vaksin BIAS itu apa? Simak penjelasannya. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Vaksin BIAS itu apa sih? Banyak dibicarakan emak-emak gara-gara jadwalnya mepet vaksin COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun, padahal keduanya sama penting dan harus diberi jeda minimal sebulan atau empat pekan.

Pemerintah telah melangsungkan program vaksin COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun terhitung mulai Selasa (14/12/2021). Vaksinasi COVID-19 memang penting, tapi ada beberapa jenis vaksin lain yang diperlukan anak usia sekolah untuk proses pembentukan imun tubuh terhadap suatu penyakit.

Guna melindungi anak Indonesia dari berbagai macam penyakit, Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) membentuk program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilangsungkan di seluruh sekolah di Indonesia. Vaksin BIAS adalah kegiatan imunisasi lanjut pada anak sekolah dasar.

Imunisasi yang diberikan pada golongan tersebut berupa vaksin campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD).

Program BIAS

Pemerintah menyelenggarakan imunisasi BIAS karena merasa imunisasi waktu bayi belum cukup untuk melindungi penyakit PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) bagi usia anak sekolah. Hal ini didasarkan adanya penurunan terhadap kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi.

Penyelenggaraan program BIAS berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada himbauan UNICEF, WHO dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun).

Kemudian, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indionesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi bahwa imunisasi sebagai salah satu upaya mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh terus menerus, menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai penularan.

Jenis Vaksin

1. Imunisasi Campak

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi measles rubella (MR) guna menghindari anak dari risiko cacat hingga kematian.

2. Imunisasi Difteri Tetanus (DT

Imunisasi difteri tetanus biasanya diberikan secara berulang pada anak sekolah kelas 1 SD. Kemudian, imunisasi ini akan diberikan kembali ketika anak berusia 12 tahun.

Imunisasi ini penting diberikan guna menghindari penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaptu lendir pada hidung serta tenggorokkan.

3. Imunisasi Tetanus (TD)

Vaksin tetanus difteri merupakan vaksin lanjutan dan diberikan sebagai dosis keenam serta ketujuh pada anak yang sebelumnya rutin menerima vaksin DPT atau DPT/Hib. Pemberiannya dilakukan ketika anak berusia 10-12 tahun dan 18 tahun.

Penyakit tetanus ini disebabkan bakteri Clostridium tetani yang banyak terdapat di tanah, lumpur, kotoran hewan dan manusia. Baketri tersebut dapat dengan mudahnya masuk dalam tubuh anak melalui luka atau area terbuka pada kulit.

Waktu Pelaksanaan

BIAS sendiri biasanya dilaksanakan 2 kali setahun yaitu pada:

  1. Bulan September untuk pemberian imunisasi campak pada anak kelas 1.
  2. Bulan November untuk pemberian imunisasi DT pada anak kelas 1, TT pada anak kelas 2 dan 3.

Meski begitu, pelaksanaan kegiatan vaksin BIAS di berbagai sekolah ditentukan oleh pihak sekolah.



Simak Video "Apakah Anak-anak Indonesia Sudah Bisa Dapat Booster?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT