Kamis, 23 Des 2021 18:03 WIB

Terpapar COVID-19, Wanita Ini Lahirkan Bayi Dalam Kondisi Koma

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi ibu hamil Foto: Getty Images/iStockphoto/Mykola Sosiukin
Jakarta -

Kisah seorang wanita bernama Chelsie King asal Western-super-Mare, Somerset, yang memperingatkan para ibu yang tengah hamil untuk mendapat vaksin COVID-19 setelah pengalaman tidak menyenangkannya dialaminya.

Chelsie mengatakan bahwa ia melahirkan putranya, Raphael, pada Juli lalu dalam keadaan koma karena terinfeksi COVID-19.

Pada saat itu ia belum divaksinasi karena Chelsie merasa informasi terkait risikonya terhadap ibu hamil dan janin belum jelas. Dikutip dari laman New York Post, Chelsie mengatakan bahwa ia terinfeksi virus Corona ketika usia kehamilannya mencapai 6 bulan.

Gejala yang dirasakan oleh wanita 27 tahun itu adalah sakit tenggorokan, tidak enak badan, demam, hingga sesak napas. Tetapi ia tidak mengalami batuk terus-menerus, serta hilangnya kemampuan indera penciuman dan pengecap.

Setelah diperiksa, hasil tes menyebutkan Chelsie terinfeksi COVID-19. Ia pun dirujuk ke RS Bristol Royal karena kadar oksigennya menurun dengan cepat.

Dalam beberapa jam, Chelsie pun dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Dokter memberi tahu suaminya, Patrick, bahwa kondisi Chelsie buruk sehingga janinnya harus dilahirkan segera melalui operasi caesar.

"Pada tengah malam pada hari Selasa saya sangat kritis sehingga dokter memutuskan untuk melahirkan bayiku. Dokter menginduksi supaya koma agar dapat menempatkanku di ventilator untuk meningkatkan kadar oksigen," jelas Chelsie.

Raphael lahir 12 minggu, atau tiga bulan, lebih awal pada 14 Juli dan langsung dirawat di unit ICU.

Setelah Chelsie 5 minggu koma, dokter mencoba membangunkannya, tetapi setiap kali mereka melakukannya, dia mendapat infeksi lain.
Bahkan, ia harus menjalani oksigenasi membran Extracorporeal (Ecmo) dan kembali dipindah ke rumah sakit St Thomas di London.

Setelah berminggu-minggu koma, Chelsie akhirnya bangun dan diberi tahu bahwa bayi laki-lakinya sudah berusia lima minggu.

"Aku menyesal tidak vaksin ketika ditawari dan bertanya-tanya apakah jika aku vaksin semuanya akan berbeda. Aku tidak ingin ada keluarga lain yang mengalami hal sama," sambung Chelsie.

Ia pun sekarang berusaha mengimbau ibu hamil yang lain untuk divaksinasi, demi kesehatan sang ibu serta janin.

"Risiko tidak divaksin lebih besar daripada mendapatkan vaksin itu sendiri," tandasnya.



Simak Video "Tawaran Vaksin Covid-19 dari Korsel Masih Dicuekin Korut"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)