Selasa, 28 Des 2021 12:35 WIB

Kasus Transmisi Lokal Omicron Sempat ke Resto SCBD, Begini Tracing Dilakukan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Omicron Variant on test tube - New Variant of Covid 19 Varian Omicron. (Foto: Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography)
Jakarta -

Pemerintah melaporkan adanya penularan lokal dari varian Omicron di Indonesia. Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan kasus tersebut merupakan seorang pria berusia 37 tahun asal Manado.

Selama berada di Jakarta, pasien diketahui melakukan banyak aktivitas. Salah satunya mengunjungi sebuah restoran di daerah SCBD. Untuk itu, pihak Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk melakukan tracing.

"Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Dinas Parekraf untuk melakukan tracing di tempat yang bersangkutan datangi dan juga sekitar tempat tinggal yang bersangkutan," beber dr Nadia dalam konferensi pers, Selasa (28/12/2021).

"Serta melakukan tracing terkait kegiatan yang dilakukan yang bersangkutan selama berada di Jakarta. Selanjutnya, tentu akan dilakukan swab PCR kepada beberapa pegawai," lanjutnya.

Selain itu, tracing juga akan dilakukan pada tenaga kerja serta kontak erat di tempat pasien melakukan pemeriksaan PCR dan Rapid Antigen. Pasien melakukan pemeriksaan di RS Grand Family dan Lab CellScience.

Terkait jumlah orang yang di tracing, sampai saat ini masih dalam proses karena pasien transmisi lokal ini melakukan banyak aktivitas. Untuk itu, perlu melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif varian Omicron, yaitu pada tanggal 19-20 Desember 2021.

"Mengenai berapa orang yang di tracing terkait kasus omicron lokal ini sedang dalam proses karena mengingat tadi yang bersangkutan ini banyak aktivitas. Artinya, kita harus melihat 14 hari sebelum ia dinyatakan positif yaitu sekitar tanggal 19-20," kata dia.

"Artinya kita harus melakukan tracing 14 hari ke belakang, dan siapa saja yang kontak. Dan salah satunya adalah restoran yang ada di SCBD, kemudian apartemen tempat yang bersangkutan tinggal dan aktivitas-aktivitas lainnya yang menjadi tracingnya," jelasnya.



Simak Video "Kabar Baik! Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)