Selasa, 28 Des 2021 12:48 WIB

Kemenkes Percepat Booster Vaksin COVID-19 Gegara Omicron, Sampai Mana Persiapannya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin door to door gencar dilakukan sebagai langkah percepatan vaksinasi. Jelang HUT RI, aktivitas ini kental dengan nuansa kemerdekaan. Ilustrasi paparan Kementerian Kesehatan soal persiapan booster vaksin COVID-19 di Januari 2022. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Kesehatan melaporkan temuan satu kasus transmisi lokal varian Omicron. Mengantisipasi penyebaran varian tersebut, pemerintah mempercepat pemberian booster vaksin COVID-19 yang direncanakan bakal berlangsung Januari 2022. Tinggal menghitung hari, sudah sampai mana persiapannya?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut pada awalnya, booster vaksin COVID-19 baru akan diberikan jika vaksinasi COVID-19 sudah mencapai 208 juta suntikan dosis pertama.

Namun lantaran varian Omicron sudah masuk Indonesia, program booster vaksin COVID-19 tersebut dimajukan ke Januari 2022. Mengingat, varian Omicron diyakini menular dengan amat cepat, lebih cepat dari varian Corona lainnya termasuk varian Delta.

"Rencana vaksin booster ini sudah ada di skenario yang akan dilakukan pemerintah karena kemarin rencananya kita lakukan setelah 208 juta dapat dosis satu," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/12/2021).

"Dengan adanya Omicron, maka pelaksanaan vaksinasi booster dilakukan percepatan. Apalagi melihat hari ini kita sudah mendapat transmisi lokal dan mungkin kita akan lihat bagaimana perkembangan permasalahan Omicron," lanjutnya.

dr Nadia menyebut, mekanisme pemberian booster vaksin COVID-19 di Indonesia kini masih dimatangkan. Sebagai pembanding, negara-negara lain seperti Inggris sudah melaksanakan booster vaksin COVID-19 akibat adanya peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron.

"Kalau kita bicara Januari, tinggal hitungan beberapa hari. Artinya ini akan menjadi salah satu faktor untuk mempertimbangkan apakah percepatan vaksinasi booster ini bisa kita lakukan," bebernya.

"Negara-negara lain menyediakan (booster vaksin COVID-19) seperti Inggris sudah melaksanakan vaksin booster untuk seluruh sasaran dikarenakan terjadi peningkatan Omicron. Dimatangkan mekanismenya sebenarnya yang paling utama adalah ketersediaan vaksin," pungkas dr Nadia.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)