Selasa, 28 Des 2021 22:14 WIB

Round Up

Fakta-Fakta Kasus Transmisi Lokal Omicron RI: Tak Bergejala, Sempat ke SCBD

Maulida Balqis - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan kasus pertama transmisi lokal COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Per hari ini, total ada 47 kasus varian Omicron dengan 46 kasus impor dan 1 orang transmisi lokal.

"Hari ini kita mengupdate temuan kasus transmisi lokal omicron di Indonesia," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Selasa (28/12/2021).

Pasien pertama transmisi lokal varian Omicron diketahui merupakan seorang pria berusia 37 tahun asal Medan. Ia dikonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron pada 26 Desember 2021.

Tidak mengeluhkan gejala

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan pasien pertama transmisi lokal varian Omicron tidak mengalami gejala atau asimtomatik.

"Sebenarnya tidak bergejala sampai dengan hari ini. Tidak ada gejala khusus ya, jadi orang ini tanpa gejala," kata Nadia.

Tak ada riwayat perjalanan internasional

Pasien disebutkan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri maupun kontak langsung dengan orang yang pulang dari negara tertentu. Pasien merupakan warga Medan yang rutin bolak-balik Jakarta.

Ia disebutkan melakukan perjalanan ke Jakarta bersama istrinya pada 6 Desember lalu, di mana hal ini merupakan kebiasaan rutin yang dilakukannya sebulan sekali.

"Pada tanggal 19 Desember melakukan tes antigen dan dinyatakan positif dikarenakan yang bersangkutan berencana kembali ke Medan," ujar Nadia.

Karena hasil tes antigen positif, keesokan harinya pasien langsung melakukan tes PCR. Hasilnya kemudian keluar pada 26 Desember 2021 dan menunjukkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron.

Sempat kunjungi Restoran di SCBD

Dalam konferensi pers, Kemenkes mengungkapkan bahwa kasus pertama transmisi lokal Omicron ini sempat mengunjungi salah satu restoran di kawasan SCBD. Kemenkes kemudian langsung melakukan pelacakan kasus yang dimulai dari tempat-tempat yang pasien tersebut kunjungi.

"Dari data yang ada mereka tiba di Jakarta 6 Desember, kemudian tanggal 17 Desember sempat mengunjungi salah satu restoran di SCBD (Sudirman Central Business District)," papar Nadia.

Selanjutnya: Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]