ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 20:35 WIB

Round Up

Dokter RSPI-SS Ungkap Gejala Pasien Omicron, Ada yang Hiperkoagulopati

Hartaty Varadifa - detikHealth
wooden blocks with the word omicron surrounded by wooden figurines as symbol for covid-19 crisis Gejala Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Stockhausen)
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 varian Omicron terus bertambah bahkan sudah ditemukan 1 kasus transmisi lokal di Indonesia. Adapun salah satu faktornya yaitu penyebaran Omicron yang diakui lebih cepat daripada varian lainnya.

Meskipun mudah menyebar, varian ini memiliki gejala yang lebih ringan dibanding varian lainnya.

Dokter turut mengungkapkan bahwa gejala akibat infeksi varian Omicron kerap lebih ringan bahkan hingga kini tidak ditemukan tanda-tanda pneumonia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua POKJA PINERE (Penyakit Infeksi, New Emerging, dan Reemerging) RSPI Sulianti Saroso, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP(K).

Ketua POKJA PINERE itu juga mengatkan bahwa RS Sulianti Saroso merawat sejumlah pasien COVID-19 varian Omicron yang memiliki gejala ringan. Bahkan pasien transmisi lokal Omicron pertama di Indonesia juga mengalami gejala yang sama.

"Untuk kasus-kasus Omicron yang sudah dirawat di RS Sulianti itu tetap sama, yaitu gejalanya ringan hanya memang tidak ada perbedaan dengan yang sebelumnya," terang dr Pompini dalam diskusi daring, Kamis (30/12/2021).

Jadi ada anosmia tetap ada, hidung tersumbat atau pilek tetap ada, batuk ada, tetapi yang kita tidak temukan saat ini gambaran pneumonia dan mudah-mudahan tidak sampai pneumonia," sambungnya.

Meskipun sejumlah pasien kerap mengalami gejala ringan, pihaknya menemukan pasien COVID-19 komorbid yang idap hiperkoagulopati atau gangguan penggumpalan darah. Tetapi ia menegaskan belum bisa memastikan kondisi tersebut disebabkan infeksi varian Omicron atau komorbiditas.

"Hanya saya sampaikan, ada beberapa pasien dengan komorbid yang menjadi perhatian kita adalah pasien tersebut tanpa gejala, tapi kebetulan ditemukan hiperkoagulasi," beber dr Pompini.

"Apakah karena komorbidnya? Ini yang nanti kita pelajari. Jadi (gejala varian Omicron) tidak ada perbedaan," katanya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT