Sabtu, 01 Jan 2022 18:01 WIB

Booster Vaksin COVID-19 Ditarget 12 Januari 2022, Semempan Apa Atasi Omicron?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin door to door gencar dilakukan sebagai langkah percepatan vaksinasi. Jelang HUT RI, aktivitas ini kental dengan nuansa kemerdekaan. Ilustrasi penjelasan dokter perihal efektivitas booster vaksin COVID-19 atasi varian Omicron. Foto: Pradita Utama
Topik Hangat Omicron Masuk RI!
Jakarta -

Pemberian booster vaksin COVID-19 ditargetkan bakal dimulai 12 Januari 2022, menyasar lansia peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan non-PBI. Mengingat varian Omicron menyebar dengan cepat, bahkan mengalahkan kecepatan varian Delta, bakal seefektif apa nantinya booster tekan risiko akibat Omicron?

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUP Persahabatan, dr Prasenohadi, SpP, KIC, PhD menjelaskan pemberian booster vaksin COVID-19 adalah langkah penting dalam mengatasi pandemi COVID-19. Khususnya saat varian Omicron mulai merebak.

Pasalnya selain diyakini menular lebih cepat dibanding varian Corona lainnya, efektivitas dua dosis vaksin COVID-19 dikhawatirkan menurun dalam melawan varian Omicron.

"Mengapa booster menjadi hal yang penting menghadapi kasus seperti Omicron? Sepertinya dua kali vaksinasi tidak cukup menghadapi kasus dengan Omicron," terangnya dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (30/12/2021).

"Jadi memberikan booster menjadi langkah yang amat penting dalam menangani infeksi virus ini," lanjutnya.

dr Pras juga menjelaskan, sebagian besar pasien COVID-19 varian Omicron di Indonesia cenderung bergejala ringan atau tidak bergejala sama sekali. Namun mengatasi risiko perburukan gejala akibat rendah daya tahan tubuh, dr Pras menegaskan, vaksinasi amat diandalkan.

"Pada kasus dengan infeksi virus, gejalanya boleh dikatakan sama. Problem-nya adalah nanti apakah gejala atau penyakit itu akan berkembang menjadi yang lebih berat, tergantung daya tahan tubuh seseorang," pungkas dr Pras.

"Pada kasus Omicron, memang kebanyakan kasusnya ringan. Mungkin faktor efektivitas vaksin. Pada Delta di mana vaksinasi belum banyak dan sepertinya virus Delta lebih berat, maka kita melihat banyak kasus dengan kematian akibat infeksi dari Delta," pungkasnya.



Simak Video "Omicron Masuk RI, Ketua Satgas IDI Singgung Karantina 'Rp 40 Juta'"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)
Topik Hangat Omicron Masuk RI!