Selasa, 04 Jan 2022 08:11 WIB

Heboh Kasus Florona Gabungan Flu dan Corona, Seberapa Sering Ini Terjadi?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Spanyol laporkan lonjakan lebih dari 100 ribu kasus COVID-19 dalam sehari. Selain warga biasa, sejumlah pemain dan anggota tim klub bola juga terinfeksi Corona. Penjelasan dokter soal Flurona (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Belakangan masyarakat dibuat heboh dengan kemunculan Florona yakni infeksi gabungan flu dan Corona yang pertama kali ditemukan di Israel. Diketahui kasus Florona pertama menyerang seorang ibu hamil yang belum menerima vaksinasi COVID-19.

Dr Edsel Salvana, anggota tim ahli teknis dari Departemen Kesehatan Filipina, mengatakan infeksi bersamaan dari dua penyakit atau lebih (koinfeksi) bukanlah hal yang tidak biasa. Menurutnya temuan kasus florona tersebut hanya kebetulan saja.

"Kasus ini sebenarnya bukan hal yang tidak biasa. Kematian COVID pertama kita di Filipina pada Januari 2020, adalah seorang warga negara China yang menderita influenza B, virus Corona, dan pneumonia streptokokus," kata Salvana dikutip dari Inquirer, Selasa (4/1/2022).

"Jadi bukan hal besar. Hanya kebetulan yang sangat disayangkan ketika seseorang terpapar dua patogen dan tentunya bisa saling berkaitan bila sudah ada komorbid. Tetapi koinfeksi bukanlah hal yang aneh," tambahnya.

Salvana menyarankan masyarakat untuk tetap mendapat vaksin influenza, vaksin COVID-19, dan vaksin pneumonia. Ia juga tidak menutup kemungkinan risiko kematian tinggi jika ketiga infeksi tersebut menyerang seseorang secara bersamaan.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)