Sabtu, 15 Jan 2022 18:04 WIB

Sudah Tahu Video Belatung di Vagina Horor, Kenapa Susah Lawan Rasa Kepo?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Illustrasi Pengguna HP Penjelasan psikolog tentang kecenderungan rasa penasaran akan video viral belatung dalam vagina. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Beredar video viral sekumpulan belatung keluar dari vagina saat berhubungan seks. Video tersebut menuai respons ngeri, geli, hingga ketakutan pada warganet yang menonton. Sudah tahu ngeri, kenapa masih penasaran ingin nonton ya? Kepo itu normal, tapi begini kata psikolog.

"(Rasa ingin tahu) sulit dilawan, oke. Tapi kan bukan berarti tidak bisa dilawan," ujar Veronica Adesla selaku psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/1/2022).

"Kalau rasa ingin tahu biasanya memang umumnya, apa lagi ini teman ngomong 'lagi viral, lo liat nggak?' Begitu kan, ya normal orang begitu. Tapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan (atau) tidak bisa ditolak. Itu bisa tetap (ditolak)," sambungnya.

Ia juga menyinggung penjelasan dokter bahwa belatung dalam vagina adalah hal mustahil. Mengingat sebelumnya, pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, menegaskan bahwa belatung belatung hanya hidup dengan mengonsumsi jaringan mati atau bangkai. Dalam penyakit menular seksual pun, tak pernah ada belatung dalam vagina.

"Belatung itu nggak mungkin kecuali pada orang yang mati. Itu akal-akalan saja untuk shock factor," jelas dr Boyke pada detikcom, Sabtu (15/1).

Dengan adanya penjelasan ilmiah dari dokter bahwa belatung dalam vagina tersebut mustahil, Veronica mengingatkan warganet untuk tidak ketakutan berlarut-larut sebab adegan rekayasa dalam video tersebut tak mungkin betulan terjadi di dunia nyata.

Ia menyarankan warganet untuk tidak terus-menerus mengakses dan membagikan video rekayasa tersebut.

"Apa pentingnya melihat (video) itu? Itu pertanyaan pertama. Apa faedahnya melihat itu? Misalnya ternyata cuma membuat tidak nyaman begitu setelah dibahas, kemungkinannya juga nggak mungkin (di dunia nyata), begitu dibuat-buat. Cuma membuat orang yang posting semakin dapat sorotan. Ngapain berkontribusi untuk hal seperti itu?" pungkas Veronica.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)