Sabtu, 15 Jan 2022 18:58 WIB

Psikolog Sarankan Setop Sebar Video Belatung yang Viral, Ini Alasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Maggots for sport fisherman. Psikolog menyarankan warganet untuk berhenti mengakses dan menyebarkan video viral belatung keluar dari vagina. Foto: Istimewa
Jakarta -

Sebuah video viral di media sosial, menunjukkan sekumpulan belatung keluar dari vagina saat berhubungan seksual. Video tersebut menuai respons ketakutan pada warganet. Bahkan, ada juga yang mengaku trauma dan terbayang-bayang ngerinya adegan dalam video tersebut.

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, meluruskan, belatung hidup dengan mengonsumsi jaringan mati atau bangkai sehingga tidak mungkin ada belatung dalam vagina. Dalam penyakit menular seksual pun, tak pernah ada belatung di vagina.

"Belatung itu nggak mungkin kecuali pada orang yang mati. Itu akal-akalan saja untuk shock factor," terang dr Boyke pada detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space, Veronica Adesla, menambahkan dengan adanya penjelasan ilmiah dari dokter, warganet tak perlu lagi ketakutan pasca melihat adegan menjijikan dalam video tersebut. Mengacu pada penjelasan dr Boyke, warganet perlu paham bahwa adegan tersebut hanyalah rekayasa sehingga tak perlu takut bakal kejadian di dunia nyata.

"Yuk mikir bareng bersama bahwa berarti itu dibuat-buat, tidak ada kejelasan ilmiah. Kalau tidak ada kejelasan ilmiah, kemungkinan untuk terjadi hal seperti itu kan tidak ada. Seperti halnya menonton film, itu kan dibuat. Jadi kalau fiksi berhubungan dengan horor hantu, itu kan sengaja dibuat rekayasa," ujarnya pada detikcom, Sabtu (15/1).

"Kita tahu itu rekayasa, berarti itu kita nggak perlu takut dengan hal yang memang itu tidak terjadi di realita. Kenapa harus takut dengan hal yang nggak ada (atau) di realita nggak ada?" imbuhnya.

Stop sebar-sebar

Menurutnya, wajar jika warganet penasaran terhadap video tersebut meski sudah tahu isinya mengerikan. Akan tetapi rasa penasaran sebenarnya bisa dikendalikan. Misalnya, dengan menahan diri tidak mengakses dan menyebarkan video tersebut.

"Apa pentingnya melihat (video) itu? Itu pertanyaan pertama. Apa faedahnya melihat itu? Misalnya ternyata cuma membuat tidak nyaman begitu setelah dibahas, kemungkinannya juga nggak mungkin (di dunia nyata), begitu dibuat-buat. Cuma membuat orang yang posting semakin dapat sorotan. Ngapain berkontribusi untuk hal seperti itu? Kontribusinya menjadi negatif kalau seperti itu," jelas Veronica.

"Sikap kita itu pilihan kita. Kepo wajar, tapi bagaimana kita mau bersikap itu pilihan kita," pungkasnya.



Simak Video "Luapkan Emosimu Di Sini, Hancurkan Saja Semua Hingga Berkeping!"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)