Minggu, 16 Jan 2022 20:15 WIB

Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret, Begini Hitung-hitungan Menkes

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Suasana Rumah Sakit Darurat COVID Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/1). Kasus Omicron di Indonesia kini terus bertambah dengan total 506. RSDC Wisma Atlet menambah ruang isolasi pasien untuk menghadapi gelombang Omicron. Puncak lonjakan varian Omicron diprediksi Februari-Maret (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Puncak kasus varian Omicron diperkirakan terjadi pertengahan Februari hingga Maret 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan perhitungan dan antisipasi yang akan dilakukan.

"Beberapa negara sudah mengalami puncak kasus Omicron. Dan puncak tersebut dicapai secara cepat dan tinggi, waktunya antara 35-65 hari," jelas Menkes dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).

"Jadi tergantung dari mana kita melihatnya dari mana, Indonesia pertama kali teridentifikasi pertengahan Desember tapi kasus kita mulai naik di awal Januari," papar Menkes.

"Nah antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi," tegasnya.

Menkes juga telah menjelaskan antisipasi kebutuhan perawatan di rumah sakit. Belajar dari negara lain yang sudah lebih dulu mengalami lonjakan kasus Omicron, angka hospitalisasi diperkirakan antara 30-40 persen dari yang terjadi ketika varian Delta melonjak.

"Jadi meski kenaikannya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasus dan penularannya lebih cepat, tapi hospitalisasinya lebih rendah," jelas Menkes.



Simak Video "Menkes Benarkan Kasus Omicron Pertama RI Tertular WNI dari Nigeria"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)