Rabu, 19 Jan 2022 09:30 WIB

Banyak Keluhan Positif Jelang Selesai Karantina, Ini Penjelasan Satgas COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia kembali menanjak. Di Kabupaten Tangerang, jumlah keterisian tempat tidur di rumah karantina COVID-19 pun penuh. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Saat ini, para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) diwajibkan menjalani karantina saat tiba di Indonesia. Masa karantina yang ditetapkan saat ini adalah 7 hari.

Namun, ada saja orang yang mengeluh menjadi positif COVID-19 saat masa karantina akan selesai. Mereka mendyga hal itu terjadi karena tertular di tempat karantina. Sebab saat tes awal sebelum karantina, hasilnya negatif.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pun menanggapi masalah ini. Menurutnya, mereka yang positif bukan tertular di tempat karantina, tetapi virus yang sudah ada di dalam tubuh baru berkembang saat masa karantina.

"Ada yang bertanya pada entry (pintu masuk) negatif, tapi pas tes kedua di hari keenam dicek hasilnya positif. Jadi, mereka merasa tertular saat karantina," kata Wiku dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (18/1/2022).

"Padahal karantina itu memberikan waktu supaya inkubasi benar-benar muncul. Kalau benar muncul, itulah gunanya ada exit test," lanjutnya.

Jika hasil exit test setelah karantina hasilnya negatif, dapat dikatakan orang tersebut tidak membawa virus Corona dari negara yang dikunjungi sebelumnya saat masuk ke Indonesia.

Indonesia kini tengah mewaspadai penyebaran varian Omicron yang disebut lebih mudah menular. Diketahui, varian Corona ini memiliki masa inkubasi sekitar 3 hari. Masa inkubasi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan ditetapkannya lama waktu karantina bagi PPLN.

"Untuk Omicron, inkubasinya 3 hari. Hari ketiga sampai keenam sejak timbulnya gejala. Ada bukti ilmiah orang bisa menulari itu (Omicron) hari pertama saat terjadi infeksi hingga hari kedua dan ketiganya. Itulah mengapa tujuh hari karantina," jelasnya.



Simak Video "Ahli: Deltacron Ada Kecenderungan Mirip Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)