Rabu, 19 Jan 2022 15:30 WIB

Hari ke Berapa Pasien Omicron Berhenti Menularkan Virus?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Strips of newspaper with the words Omicron and Covid-19 typed on them. Omicron variant of COVID-19. Black and white. Close up. Hari ke berapa pasien Omicron berhenti menularkan virus? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Professor25)
Jakarta -

Jumlah kasus COVID-19 Omicron di Indonesia terus bertambah. Puncak gelombang COVID-19 di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada Februari hingga awal Maret 2022.

Dokter sekaligus pegiat media sosial dr Adam Prabata melalui unggahan akun media sosialnya @adamprabata menyebut, pasien Omicron sudah tidak lagi menular pada hari ke-10 setelah didiagnosis positif COVID-19.

"Studi awal dari Jepang menunjukkan Omicron kemungkinan besar sudah tidak menularkan sejak hari ke-10 sejak didiagnosis Covid-19 atau sejak bergejala," kata dr Adam Prabata dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (17/1/2022).

Dalam unggahan dr Adam, terdapat sebuah penelitian yang dilakukan National Institute of Infectious Diseases Jepang di Jepang pada 21 orang yang terkena varian Omicron. Hasilnya pun cukup menggembirakan.

"Penelitian terbaru di Jepang pada 21 orang yang kena varian Omicron menunjukkan bahwa varian ini sudah memiliki hasil kultur virus negatif (-) atau sudah sangat kecil kemungkinannya untuk menularkan pada hari ke-10 setelah didiagnosis COVID-19," tulisnya.

Masa penularan varian Omicron bisa lebih singkat pada orang yang tidak bergejala yaitu hingga hari ke-5 setelah hasil tes PCR positif pertama. Ia juga mengatakan penelitian yang dilakukan di Jepang saat ini masih dalam tahap awal, dengan jumlah subjek yang sedikit yakni 21 orang.

"Sehingga masih perlu dibuktikan lebih lanjut konsistensinya, terutama dengan penelitian yang berskala lebih besar," sambung dia.

Omicron Gejala Lebih Ringan tapi Penularan Lebih Cepat

Lebih jauh dr Adam mengingatkan, meski varian Omicron terbukti menimbulkan gejala yang lebih ringan daripada varian Delta atau varian lainnya, tetap berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.

"Tetap berpotensi meningkatkan kasus COVID-19 rawat inap dan berat yang akhirnya bisa membuat RS penuh," pesan dr Adam.

Tak lupa juga, dr Adam meminta masyarakat untuk jangan menyepelekan pandemi COVID-19. Ia meminta agar tetap waspada dan penegakan protokol kesehatan kembali diketatkan.



Simak Video "Paparan Menkes Budi soal Kondisi Pasien Terinfeksi Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)