Rabu, 19 Jan 2022 19:04 WIB

Waspada MIS-C, Komplikasi COVID-19 pada Anak dan Gejalanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. MIS C COVID (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

MIS-C COVID atau disebut Multisystem Inflammatory Syndrome merupakan komplikasi dari virus Corona yang menyerang anak-anak. Kondisi ini terbilang sangat langka namun sangat berbahaya.

Dikutip dari laman resmi CDC, Rabu (19/01/2022) Gejala yang ditimbulkan oleh MIS-C bisa bermacam-macam, bahkan bisa memicu peradangan pada sejumlah organ tubuh, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, dan organ pencernaan.

MIS-C COVID sering kali menyerang anak-anak sekolah yang berusia delapan dan sembilan tahun. Namun, kondisi ini juga bisa menyerang bayi, balita, hingga dewasa muda.

Penyebab MIS-C Pada Anak

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab MIS-C sampai saat ini masih diketahui. Namun, beberapa peneliti menduga kalau kondisi ini disebabkan oleh respons imun yang berlebih terhadap virus Corona. Itu mengapa kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang merusak organ tubuh.

Gejala MIS-C Pada Anak

Setiap anak yang mengidap kondisi ini memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala MIS-C COVID biasanya akan muncul sekitar dua hingga enam minggu setelah terpapar infeksi COVID-19. Namun, gejala yang paling sering dikeluhkan adalah demam yang tak kunjung turun atau lebih dari 24 jam. Dikutip dari berbagai sumber, berikut gejala MIS-C lainnya pada anak:

  • Lelah
  • Pusing
  • Mata merah
  • Ruam (bintik merah, bercak, atau benjolan)
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung yang cepat
  • Kemerahan atau pembengkakan pada bibir, lidah, tangan, atau kaki
  • Pembesaran Kelenjar getah bening

Gejala yang Tergolong Serius

  • Kesulitan bernapas
  • Rasa sakit di dada
  • Kebingungan
  • Ketidakmampuan untuk bangun
  • Pucatnya warna kulit, bibir, dan kuku

Anak-anak yang mengalami sejumlah gejala di atas, disarankan langsung pergi ke dokter untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan medis.

Pencegahan MIS-C pada Anak

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut pencegahan yang bisa dilakukan oleh orang tua kepada anak agar terhindar dari komplikasi COVID-19 alias MIS-C COVID:

1. Jaga kebersihan tangan

Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama kurang lebih 20 detik. Jika tidak ada air atau sabun, bisa gunakan pembersih tangan yang mengandung 60% alkohol.

2. Hindari orang yang sedang sakit

Hindari orang yang mengalami batuk, bersin, atau gejala menular lainnya yang mengindikasikan mereka mengidap penyakit dan menular

3. Menjaga jarak

Setidaknya beri jarak 2 meter dari orang lain saat berada di luar rumah

4. Kenakan masker wajah kain di tempat umum

Ketika sulit memberi jarak dengan orang lain, setidaknya kenakan masker wajah untuk menutupi hidung dan mulut.

5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut

Suruhlah anak untuk tidak menyentuh wajahnya sehabis memegang suatu benda di tempat umum.

6. Tutup mulut dengan tisu atau siku saat bersin atau batuk

Berlatihlah menutup mulut saat bersin atau batuk untuk menghindari penyebaran kuman.

7. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari.

Cara ini berlaku juga pada area rumah seperti gagang pintu, saklar lampu, remote, pegangan, countertops, meja, kursi, keyboard, wastafel, dan toilet.

8. Cuci pakaian dan barang lainnya dengan air hangat

Gunakan air hangat untuk mencuci pakaian dan barang lainnya, seperti mainan menggunakan air hangat.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)