Kamis, 20 Jan 2022 12:47 WIB

Kena Omicron 2 Kali Disebut Sangat Mungkin Terjadi, Ini Kelompok yang Berisiko

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Varian Omicron sudah menyebar ke 144 negara, sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Varian ini terbukti lebih mudah menular ketimbang jenis terdahulunya, termasuk COVID-19 varian Delta.

Lantaran lebih mudah menular, masyarakat mulai khawatir apakah ada risiko seseorang bisa terinfeksi Omicron dua kali.

Dikutip dari The Hindustan Times, Selasa (18/1/2022), epidemiolog asal Amerika Serikat Eric Feigl-Ding mengatakan reinfeksi Omicron sangat mungkin terjadi. Terutama bagi mereka yang baru menerima vaksin COVID-19 satu dosis. Kelompok orang dengan gangguan sistem kekebalan juga berisiko mengalami reinfeksi Omicron.

"Ada banyak berita mengenai infeksi ulang Omicron. Sangat mungkin seseorang mengalami reinfeksi, terutama pada mereka yang belum menerima vaksin lengkap, sehingga antibodi yang dihasilkan pasca vaksinasi tidak cukup memberikan kekebalan pada tubuh. Hati-hati kawan," tutur Eric Feigl-Ding.

Saat ini orang sudah tidak terkejut dengan kondisi reinfeksi COVID-19, bukan hal baru juga jika seseorang yang sudah divaksin dapat kembali tertular COVID-19. Sebenarnya, vaksinasi COVID-19 bukan mencegah penyakit melainkan memberikan perlindungan dari gejala parah dan kematian.

Infeksi Ulang Omicron

Keadaan infeksi ulang oleh varian Omicron merupakan fenomena yang relatif baru karena varian ini, merupakan varian baru yang mendominasi gelombang COVID-19 di beberapa negara.

Jika seseorang mengalami reinfeksi varian Omicron, berarti mereka terinfeksi dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Kekebalan alami yang dibentuk tubuh setelah terinfeksi suatu virus, bertahan setidaknya tujuh hingga sembilan bulan paling cepat. Tetapi untuk kasus Omicron, seseorang bisa terinfeksi untuk kedua kalinya kurang dari tujuh hingga sembilan bulan.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)