Selasa, 25 Jan 2022 07:56 WIB

Omicron RI Mulai Ngegas, Jenis Masker Ini Paling Dianjurkan Pemerintah

Vidya Pinandhita - detikHealth
Indonesia masih terus berkutat menanggulangi pandemi COVID-19. Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) ikut turun ke jalan guna mensosialisasikan penggunaan masker. Jenis masker yang direkomendasikan untuk mencegah paparan varian Omicron. Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Jakarta -

Menyikapi naiknya COVID-19 RI akibat varian Omicron, pemerintah kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Mengingat, varian Omicron diketahui menyebar lebih cepat dibanding varian Corona lainnya. Lantas, masker apa yang paling mempan mencegah paparan varian Omicron?

Mengacu pada Inmendagri Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali, penggunaan masker yang kini direkomendasikan adalah masker dua lapis.

Kemudian, setiap masker hanya boleh digunakan selama maksimal empat jam.

"Jenis masker yang baik akan lebih melindungi dengan penggunaan masker sebanyak 2 (dua) lapis merupakan pilihan yang baik. Masker sebaiknya perlu diganti setelah digunakan (>4 (lebih dari empat) jam)," dikutip detikcom dari Inmendagri tersebut, Selasa (25/1/2022).

Perlukah pakai N95?

Dalam kesempatan lainnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut hingga kini penggunaan masker N95 belum diperlukan. Masker bedah diyakini masih cukup melindungi masyarakat dari paparan virus Omicron.

Namun untuk perlindungan optimal, upayakan celah di sisi kanan dan kiri wajah saat menggunakan masker tertutup. Misalnya, dengan cara mengikat tali di kedua sisi masker.

"Masyarakat maskernya jangan masker kain tapi masker yang lebih tinggi efektivitasnya dari masker kain yaitu masker bedah," terang Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI dr Erlina Burhan dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/1).

"Tapi kita belum sampai mengharuskan masyarakat memakai masker N95 karena ketersediaannya masih terbatas. Jadi cukup pakai masker bedah seperti yang saya pakai. Di beberapa negara dibuat modifikasi talinya diikat supaya celah di kiri dan kanan bisa diminimalisir," pungkasnya.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)