Selasa, 25 Jan 2022 14:32 WIB

Jaminan BPJS Bakal Gabung dengan Asuransi Swasta, Bayar Cukup Sekali

Firdaus Anwar - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan rencana layanan jaminan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan digabung dengan asuransi kesehata swasta. Nantinya warga cukup perlu bayar sekali untuk mendapat manfaat jaminan kesehatan dari keduanya.

Berbicara di rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Menkes Budi mengatakan nantinya program jaminan kesehatan nasional (JKN) akan dikembangkan berdasarkan kajian kebutuhan dasar kesehatan (KDK). Termasuk di dalamnya peningkatan potensi layanan kesehatan dengan pihak swasta.

Menkes Budi menyebut kedepannya warga cukup bayar sekali saja untuk jaminan atau asuransi kesehatan.

"Sehingga kalau bisa porsinya BPJS dicover oleh BPJS, sisanya kalau mereka mau ambil kelas yang lebih baik otomatis dicover asuransi swasta tanpa ada duplikasi biaya iuran," kata Menkes Budi dalam rapat, Selasa (25/1/2022).

"Dengan demikian akan membuat efisiensi dari sisi pengguna. Coveragenya akan kita atur sehingga bisa saling bersinergi," lanjutnya.

Menkes Budi memberi contoh kasus seorang pasien yang ingin melakukan operasi usus buntu. Sesuai standar, BPJS Kesehatan akan membiayai operasi Rp 7,3 juta. Namun, apabila sang pasien ingin naik tingkat layanan ke VIP, maka biaya tambahannya akan ditanggung oleh asuransi swasta.

"Yang bersangkutan ingin naik ke VIP dapat rate Rp 14,59 juta, itu dibayar oleh BPJS sesuai dengan coverage-nya, asuransi swastanya bayar cuma Rp 7,3 juta. Sehingga harusnya premi yang dibayar ke asuransi swasta turun atau naik ke VVIP karena setengah atau 40 persennya sudah dibayar BPJS," pungkas Menkes.



Simak Video "Menkes Budi: Deteksi Dini Penyakit Kronis Akan Ditanggung JKN"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)