Pakar Yakini COVID-19 RI Sudah Gelombang 3, Kemenkes Pilih 'Wait and See'

ADVERTISEMENT

Round Up

Pakar Yakini COVID-19 RI Sudah Gelombang 3, Kemenkes Pilih 'Wait and See'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 01 Feb 2022 18:33 WIB
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pakar meyakini lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, yang diperkirakan jauh lebih 'ngegas'. Namun Kementerian Kesehatan RI tidak mau buru-buru menyimpulkan apakah gelombang 3 sudah dimulai.

"Kita masih monitor untuk menentukan ini gelombang ke-3 atau ndak karena peningkatan baru 10 hari yg lalu," beber Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom, Selasa (1/2/2022).

Faktanya, Indonesia mencatatkan peningkatan positivity rate COVID-19 dalam beberapa waktu belakangan ini. Namun menurut dr Nadia, hal itu justru menunjukkan kemampuan Indonesia dalam hal testing dan tracing.

"Peningkatan kuota testing dan tracing ini merupakan bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru. Ini juga merupakan usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala COVID-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu," terang dr Nadia.

"Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian Omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala," katanya.

Gelombang 3 diyakini sudah terjadi

Sementara itu, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyampaikan pendapat yang berbeda. Menurutnya, jumlah kasus COVID-19 yang saat ini dipublikasikan bukan merupakan angka yang sebenarnya mengingat kapasitas testing terbatas.

Selain itu, varian COVID-19 yang dominan saat ini adalah Omicron yang menurut berbagai riset memberikan gejala yang relatif ringan dan bahkan tanpa gejala. Kemungkinan banyak yang tidak tes karena merasa baik-baik saja, memperkuat dugaan gelombang 3 sudah terjadi.

"Dan kalau bicara jumlah kasus di masa puncak, dan saat ini pun sebenarnya sudah 10 kali lipat dari yang dilaporkan, itu sudah ada. Iya setidaknya di atas 100, 200 ribu per hari itu ada, kalau pada masa puncak ya bisa sampai 300-500 ribu," terang Dicky.



Simak Video "Kapan Indonesia Cabut Status Darurat Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)
Gelombang 3 COVID-19
Gelombang 3 COVID-19
10 Konten
COVID-19 terus melonjak belakangan ini, mengindikasikan ancaman gelombang 3 makin perlu diwaspadai. Sejumlah pihak bahkan meyakini, gelombang 3 sudah terjadi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT