Selasa, 01 Feb 2022 19:00 WIB

'Husband Stitch' Atas Permintaan Sendiri? dr Boyke: Kecentilan, Korban Mitos

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Lips embroidered with red thread on white fabric. Lips sewn with black thread. Husband stitch untuk merapatkan Miss V, bolehkah? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natalija Grigel)
Jakarta -

Prosedur 'husband stitch' jadi kontroversi karena konon dilakukan diam-diam oleh dokter dan suami tanpa sepengetahuan istri. Tapi ada juga lho, istri yang menghendaki jahitan ekstra setelah melahirkan.

Sebagai gambaran husband stitch yang viral diperbincangkan adalah prosedur menambahkan jahitan ekstra pada sobekan perineum setelah melahirkan. Jahitan ekstra diberikan agar vagina lebih rapat dari semula, tak lain demi memberikan kepuasan ekstra pada suami.

Karena disebut-sebut tanpa persetujuan istri, tentu saja hal ini tidak etis dilakukan oleh dokter. Tapi bagaimana kalau sang istri sendiri yang menghendaki ada jahitan ekstra, meski dengan tujuan yang sama yakni memuaskan suami?

Menurut ahli kandungan dan juga pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, jahitan ekstra 'husband stitch' bisa dibilang tidak ada manfaatnya. Secara alamiah, otot vagina akan mengencang kembali setelah melahirkan.

"Yang husband stitch itu yang kecentilan-kecentilan yang termakan oleh mitos. Tapikan dia (vagina) elastis, 40 hari (kembali ke bentuk semula)," ungkap dr Boyke saat ditemui detikcom, Senin (31/1/2022).

Kalaupun ada yang menghendaki tindakan untuk membuat vagina lebih rapat, dr Boyke mengingatkan bahwa jahitan saja tidak cukup. Tetap harus didukung dengan olahraga terutama senam kegel.

Terlalu mengandalkan jahitan, menurut dr Boyke justru memberikan lebih banyak risiko dibanding manfaat. Di antaranya, adalah perdarahan dan infeksi.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)