Selasa, 01 Feb 2022 09:55 WIB

Viral 'Husband Stitch' untuk Rapatkan Miss V, dr Boyke Ingatkan Bahayanya

Razdkanya Ramadhanty, detikTV - detikHealth
Wound sewn with needle and pink thread - Concept of violence against women Viral husband stitch, dr Boyke ingatkan bahayanya (Foto: Getty Images/iStockphoto/CalypsoArt)
Jakarta -

'Husband stitch' tengah viral di media sosial, merujuk pada jahitan ekstra setelah melahirkan yang bertujuan bikin Miss V rapat lagi. Pakar seks dr Boyke menyebut, tindakan yang konon dilakukan diam-diam oleh suami dan dokter tanpa persetujuan sang istri ini banyak efek sampingnya.

Pada dasarnya, jahitan seusai melahirkan adalah hal yang lazim dilakukan oleh dokter kandungan. Saat seorang wanita melahirkan, dokter kerap melakukan episiotomi atau menyobek area perineum di antara anus dan vagina untuk membuka jalan lahir.

Sobekan ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja, dokter lalu akan melakukan perineorafi atau jahitan untuk memulihkan kondisi vagina dan perineum di sekitarnya.

"Jadi ketika melahirkan, dilakukan episiotomi kemudian dijahit kembali. Tetapi tujuannya (dijahit kembali) bukan untuk husband stitch, untuk mengembalikan kondisi perineum vagina seperti semula," terang ahli kandungan yang juga pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, ditemui di kliniknya, Senin (31/1/2022).

Nah yang jadi persoalan, konon suami bisa 'request' untuk menambahkan jahitan sehingga vagina jadi lebih sempit dari sebelumnya. Inilah yang kemudian viral sebagai 'husband stitch'.

"Jadi husband stitch ini, selain itu (episiotomi), ditambahkan lagi jahitannya supaya lebih sempit," jelas dr Boyke.

Parahnya, husband stitch disebut-sebut dilakukan tanpa persetujuan sang istri yang melahirkan. Disebut-sebut, tindakan ini dilakukan hanya atas kesepakatan suami dengan sang dokter yang tujuannya tidak lain hanya untuk memuaskan syahwat suami.

Terkait tidak adanya persetujuan istri, dr Boyke tegas mengatakan ketidaksetujuannya. Jangankan jahitan untuk mempersempit vagina, untuk operasi caesar sekalipun dokter wajib menginformasikan dengan lengkap serta meminta persetujuan pasien sebelum melakukan tindakan.

"Salah (husband stitch dilakukan tanpa persetujuan wanita). Meski pun itu vagina digunakan oleh suami, nomor satu izin itu dari dirinya sendiri kecuali dia nggak sadar," tegas dr Boyke.

Selain tidak ada manfaatnya, mempersempit vagina dengan husband stitch, apalagi tanpa persetujuan istri, berisiko menimbulkan dampak berbahaya. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]