Ikan Asin Bisa Jadi 'Biang Kerok' Kanker Tenggorokan, Dokter Ungkap Pemicunya

ADVERTISEMENT

Ikan Asin Bisa Jadi 'Biang Kerok' Kanker Tenggorokan, Dokter Ungkap Pemicunya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 04 Feb 2022 12:30 WIB
Nelayan Muara Angke mengaku produksi ikan asin menurun. Hal ini disebabkan penjemuran ikan yang terkendala karena musim hujan.
Konsumsi terlalu banyak ikan asin memicu risiko kanker tenggorokan. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Dunia kini memperingati Hari Kanker Sedunia. Tak henti-hentinya, para dokter mengingatkan bahaya merokok picu risiko kanker. Namun rupanya selain rokok, ikan asin juga disebut-sebut jadi pemicu kanker tenggorokan.

Internis, konsultan hematologi dan onkologi medik dr Ronald Alexander Hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM dari RS Kanker Dharmais membenarkan hal tersebut. Hal itu disebabkan kandungan garam yang tinggi pada ikan asin disertai proses penjemuran.

"Ikan asin dapat menjadi satu pemicu timbulnya kanker. Hal ini dihubungkan dengan kadar garam yang tinggi, dan proses penjemuran ikan asin yang mengakibatkan terbentuknya nitrosamin sebagai karsinogen," terangnya pada detikcom, Kamis (3/2/2022).

"Jadi tidak disarankan memakan ikan asin ini terlalu banyak dan sering," sambung dr Ronald.

Makan asin-asin bikin kanker?

Dihubungi secara terpisah, spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman, SpPD, KHOM, FINASIM, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penjelasan serupa. Ia menambahkan, pada makanan dengan tinggi pengawet garam, hidup virus bernama 'Ebestein-Barr' (EBV). Dalam konsumsi yang banyak, virus ini bisa memicu perubahan mutasi gen di daerah saluran napas.

Selain pada ikan asin, virus Ebstein-Barr juga sitemukan pada daging asap dan ikan asap.

"Kita terbiasa makan ikan asin dalam jumlah banyak. Kemudian makanan berpengawet atau pewarna. Jadi seperti itu pengawet, penyedap rasa, kemudian termasuk pengawet di ikan asin. Jadi sebenarnya tidak hanya ikan saja, tapi yang diawetkan itu yang memiliki potensi untuk menjadi kanker," terang dr Andhika, Kamis (3/2).

"Juga disinyalir, virus Ebstein-barr hidup selain di salted fish, juga pada daging asap dan ikan asap. Karena itu, apakah perlu dilarang? Tidak, selama mengonsumsinya secukupnya," imbuhnya.

Lebih lanjut menurut dr Ronald, makanan lain yang dapat memicu kanker adalah daging yang dibakar atau dipanggang.

"Makanan lain yang dapat memicu kanker misalnya adalah daging yang dibakar atau dipanggang, di mana dapat terbentuk Heterocyclic amines (HCAs) and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), dua bahan kimia yang diketahui dapat memicu terjadinya kanker," pungkas dr Ronald.



Simak Video "Benarkah Makanan Tertentu Bisa Picu Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT