Kamis, 17 Feb 2022 12:11 WIB

Alasan Simpel Hoax 'Pesawat Terbang Rendah Sebar Omicron' Tak Perlu Dipercaya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Penerbangan hantu atau tanpa penumpang atau pesawat kosong Ilustrasi tanggapan pakar perihal hoax pesawat terbang rendah sengaja menyebarkan chemtrail varian Omicron. Foto: CNN
Jakarta -

Media sosial kini diramaikan narasi virus Corona varian Omicron yang kini merebak adalah buatan manusia semata. Sejumlah pihak menyebut virus tersebut ditularkan pada masyarakat lewat chemtrail atau bahan kimia yang disebarkan menggunakan pesawat yang terbang rendah. Dipastikan hoax, seperti apa tanggapan pakar?

Kepada detikcom, ahli patologi klinik Universitas Sebelas Maret dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua menegaskan varian Omicron yang kini merebak tidak disebarkan secara sengaja kepada masyarakat. Walhasil, masyarakat tetap perlu melakukan pencegahan infeksi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga menyebut, narasi pesawat berasap panjang menyebar penyakit sebenarnya sudah beredar sejak 1996. Namun dr Tonang memastikan, pesawat tersebut tidak menyebarkan penyakit layaknya narasi pada video-video yang kini heboh beredar.

"Sederhana saja deh. Kalau benar bisa menyebarkan penyakit dengan cara seperti itu, dengan tujuan membuat masalah besar bagi masyarakat, tidak perlu pakai virus yang aneh-aneh," ujarnya dalam laman Facebook resminya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Kamis (17/2/2022).

"Cukup sebarkan "bakteri" penyebab diare saja. Kalau banyak sekali orang diare bareng-bareng, itu sudah jauh lebih membuat masalah daripada menyebarkan Omicron," imbuhnya.

Dalam kesempatan lainnya Satgas COVID-19 menegaskan hal serupa, bahwa varian Omicron bukanlah virus yang dibuat-buat pemerintah melalui program rahasia, kemudian disebarkan lewat pesawat terbang. Dijelaskan, fenomena asap panjang dari pesawat tersebut merupakan hasil pengembunan udara dengan kadar air tinggi yang bergesekan dengan mesin pesawat.

Ada juga yang menyebutnya sebagai 'vapor trails'. Tapi jika bentuknya mulai melebar seperti awan, biasa disebut sebagai 'aviatus cloud'.

"Dengan demikian, klaim Omicron merupakan akibat dari chemtrail adalah informasi yang tidak benar dan termasuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan," tulis Satgas COVID-19 dalam laman resminya, Minggu (13/2).



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)