ADVERTISEMENT

Rabu, 23 Feb 2022 14:00 WIB

Diserang Gelombang Omicron, Wamenkes Ungkap 3 Kondisi Sebabkan Pasien Meninggal

Vidya Pinandhita - detikHealth
Wajar bila Indonesia dijuluki sebagai episentrum Corona Dunia. Sepekan terakhir tercatat sempat menduduki posisi pertama kasus harian-kematian Corona tertinggi. Tiga kondisi penyebab pasien COVID-19 meninggal dunia menurut Wamenkes. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Varian Omicron yang kini memicu lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia diketahui memicu gejala relatif lebih ringan dibanding varian Corona lainnya. Meski begitu, tetap ditemukan pasien COVID-19 dengan infeksi varian Omicron meninggal dunia. Di balik itu, seperti apa kondisi pasien sebelum meninggal dunia?

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut lebih dari 50 persen pasien COVID-19 yang meninggal dunia adalah orang-orang yang belum divaksinasi COVID-19. Ia menegaskan, risiko kematian ditentukan oleh tiga faktor besar yakni usia, riwayat penyakit komorbid, dan status vaksinasi COVID-19.

"Angka kematian itu tergantung tiga hal besar. Pertama usia, kedua komorbid, ketiga adalah status vaksinasi. Status vaksinasi memegang peranan penting karena begitu satu dosis vaksin angka kematian turun 16 persen," terangnya dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rabu (23/2/2022).

Dante menjelaskan, semakin banyak dosis vaksin COVID-19 yang sudah diterima, semakin kecil risiko seseorang meninggal dunia jika terpapar virus Corona. Walhasil, ia mengingatkan masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi COVID-19 sebagaimana yang sudah disediakan.

Misalnya untuk orang-orang yang sudah disuntik dua dosis vaksin COVID-19, diingatkan untuk menerima dosis lanjutan atau vaksin COVID-19 booster. Pasalnya, booster diyakini bisa menekan risiko kematian hingga 97 persen.

"Dua kali vaksin, angka kematian turun 60 persen. Dilakukan booster, angka kematian turun 97 persen. Penting sekarang untuk vaksinasi ini sehingga kemudian terinfeksi, angka kematiannya turun," bebernya.

"Saat ini masih tertinggal vaksinasi di beberapa tempat masih dosis satu (atau) dua. Masyarakat untuk segera melakukan kegiatan vaksinasi, sehingga bisa berjalan dengan baik, kita bisa melakukan perlindungan sama-sama," pungkas Dante.



Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT