Sabtu, 26 Feb 2022 18:17 WIB

Waspadai 6 Gejala Tipes, Mulai dari Kelelahan hingga Sembelit

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Setelah Vaksin Demam dan Letih? Konsumsilah 5 Makanan Ini Ilustrasi demam salah satu gejala tipes. Foto: iStock
Jakarta -

Waspadai gejala tipes yang mampu membuat tubuh menjadi kelelahan. Tipes seringkali ditemukan di negara-negara di Asia, terutama Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini bisa menyasar semua kalangan, baik tua maupun muda. Jadi, apa saja gejala tipes yang harus kita waspadai?

Dikutip dari National Health Service (NHS UK), Demam tifoid atau tipes adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ. Tanpa pengobatan yang cepat, tipes dapat menyebabkan komplikasi yang serius serta bisa berakibat fatal.

Tipes disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, yang berkaitan dengan kasus keracunan makanan.

Tipes adalah penyakit yang sangat menular. Orang yang terinfeksi dapat mengeluarkan bakteri dari tubuhnya melalui feses atau air kencingnya.

Jika orang lain makan makanan atau minum dari air yang telah terkontaminasi, mereka dapat terinfeksi bakteri dan mengalami tipes.

Apa Saja Gejala Tipes?

Gejala tipes biasanya disertai dengan:

  • Suhu tinggi terus-menerus yang secara bertahap meningkat setiap hari
  • Sakit kepala
  • Sakit dan nyeri
  • Kelelahan
  • Batuk
  • Sembelit

Saat infeksi berlanjut, pasien bisa mengalami kehilangan nafsu makan, merasa sakit perut, serta diare. Beberapa orang mungkin akan mengalami ruam.

Jika tipes tidak segera diobati, gejalanya akan terus memburuk selama minggu-minggu berikutnya dan resiko komplikasi yang berpotensi fatal akan terus meningkat.

Bagaimana Cara Pengobatan Tipes?

Jika menemukan gejala tipes seperti yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan mengidentifikasi penyakit ini melalui tes laboratorium.

Penyakit tipes membutuhkan pengobatan segera dengan antibiotik. Jika tipes dapat didiagnosis lebih awal, maka infeksinya cenderung ringan dan biasanya dapat diobati di rumah dengan tablet antibiotik selama 7 hingga 14 hari.

Tipes yang lebih parah biasanya memerlukan rawat inap di rumah sakit agar pasien bisa diberi suntik antibiotik. Dengan pengobatan antibiotik yang cepat, kebanyakan orang akan mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari dan komplikasi serius menjadi sangat jarang terjadi.

Jika tipes tidak segera diobati, diperkirakan 1 dari 5 orang dengan kondisi tersebut akan meninggal. Beberapa dari mereka yang bertahan hidup akan mengalami komplikasi yang disebabkan oleh infeksi.



Simak Video "Perhatikan Gantungan Bajumu, Nyamuk Suka dengan Bau Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(Patrick Trusto Jati Wibowo/fds)