Rabu, 09 Mar 2022 13:02 WIB

Sabar! Pakar Wanti-wanti Belum Waktunya RI 'Copot Masker', Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hand leave disposable medical mask into infected trash bin Kapan Indonesia copot masker? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio)
Jakarta -

Dilonggarkannya aturan syarat perjalanan COVID-19 membuat beberapa publik menilai protokol kesehatan juga sudah aman dicabut. Banyak yang tak sabar kembali ke kehidupan normal sebelum pandemi COVID-19, tetapi di sisi lain masih was-was dengan risiko penularan meski puncak Omicron sudah terlewati.

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia menekankan pelonggaran protokol kesehatan seperti mencabut masker mustahil dilakukan dalam waktu dekat. Ia memperkirakan kebijakan pencabutan wajib masker mungkin baru bisa dilakukan akhir tahun atau awal tahun depan.

"Saat ini belum ada landasan yang kuat untuk rekomendasi mencabut masker, bahkan saya melihat sampai akhir tahun atau bahkan awal tahun depan masih perlu," beber Dicky saat dihubungi detikcom Rabu (8/3/2022).

"Dan nanti kita lihat itu masalahnya bukan hanya dari situasi kasus yang melandai saja, tapi ini kan kita bicara kualitas udara, terutama indoor ini perlu waktu, bagaimana di perkantoran, bagaimana di rumah, di gedung atau di moda-moda transportasi," sambung dia.

Dicky yang juga merupakan ahli kesehatan lingkungan menekankan pentingnya menjaga kualitas udara yang baik, terlebih di dalam ruangan termasuk sejumlah perkantoran.

"Ini bicara putaran filtrasi udaranya, kalau misalnya pakai HEPA filter sih lumayan bagus, tapi kalau tidak itu namanya mengundang maut," tutur Dicky.

"Apalagi ini sebentar lagi banyak orang berlalu lalang, bepergian, masker wajib bahkan era Omicron ini mensyaratkan masker N95 atau KN95 atau yang setara. Ini yang saya sangat menyayangkan sekali kalau akhirnya terjadi orang abai atau pemerintah tidak memperkuat masalah 5M ini," pesan Dicky.

Pasalnya, protokol kesehatan seperti menjaga jarak adalah aspek dan jangkar terakhir perlindungan diri dari COVID-19.

"Karena kalau ada pelonggaran di suatu aspek, penguatan di aspek 5M itu menjadi jangkar terakhir, perilaku itu kan personal hygiene, sanitasi lingkungan, community behaviour itu jadi jangkar terakhir pengaman kita," pungkas dia.



Simak Video "Ahli Menilai Kebijakan Lepas Masker Tidak Bisa Dilakukan di Semua Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)