Kamis, 10 Mar 2022 11:32 WIB

RS Ibu dan Anak Ukraina Dibom Rusia, Ibu Hamil Dilaporkan Jadi Korban

Firdaus Anwar - detikHealth
Invasi Rusia: Rumah sakit ibu dan anak Ukraina hancur akibat gempuran Rusia Foto: BBC World
Jakarta -

Serangan Rusia terhadap Ukraina semakin gencar. Bahkan rumah sakit (RS) ibu dan anak di kota Mariupol dilaporkan tidak luput dari bombardir pada Rabu (9/3/2022).

Dalam beberapa video yang telah diverifikasi The New York Times, tampak bangunan dan fasilitas RS hancur oleh serangan. Kepala administrasi regional Mariupol, Pavlo Kyrylenko, melaporkan 17 orang terluka, termasuk di antaranya pasien ibu hamil.

"RS Anak, tempat bersalin. Bagaimana fasilitas ini bisa jadi ancaman untuk Federasi Rusia? Sebenarnya Federasi Rusia ini negara apa sampai begitu takutnya dengan RS ibu dan anak?" komentar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/3/2022).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sempat mengklaim bahwa Ukraina telah memindahkan pasien dari RS di Mariupol dan menjadikannya sebagai titik pertempuran. Hal ini diutarakan dalam konferensi pers beberapa jam sebelum serangan.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengutuk serangan pada RS tersebut.

"WHO menyadari laporan yang mengganggu tentang serangan terhadap rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina. WHO secara tegas mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap fasilitas kesehatan, petugas kesehatan, dan pasien," kata Tedros.

"Kami mengulangi seruan mendesak agar dilakukan resolusi damai," lanjutnya.

Simak Video 'Rudal Rusia Hantam RS Anak di Mariupol, 17 Orang Luka-luka':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)