Selasa, 22 Mar 2022 05:05 WIB

Mengenal Laparoskopi, Prosedur Minimal Invasif untuk Tumor dan Usus Buntu

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
ilustrasi operasi Foto: thinkstock
Jakarta -

Laparoskopi merupakan tindakan bedah atau operasi yang digunakan untuk mendiagnosis atau merawat berbagai macam kondisi di rumah sakit. Dalam operasi laparoskopi, dokter bedah umumnya cukup membuat syaratan kecil dengan panjang sekitar 1 sentimeter.

"Namanya minimal invasive surgery, jadi operasi invasif yang minimal. Kita tahu operasi itu ada dua, yaitu operasi yang besar (open) sama operasi yang tidak open atau minimal. Disebut minimal karena luka operasinya kecil, masa rawatnya lebih cepat, dan efek dari rusakkan jaringannya lebih rendah," tutur dr Bambang Budiarto, Sp.B, dokter spesialis Bedah dari RS Brawijaya Depok, saat ditemui detikcom, Senin (21/3/2022).

Dari sayatan itu, dokter bedah umumnya memasukkan laparoskopi atau alat berbentuk tabung yang memiliki kamera. Gambar yang ditangkap oleh laparoskop akan ditampilkan pada monitor di ruang bedah yang digunakan dokter untuk menjalani pembedahan atau sekadar pemeriksaan.

"Pemakaian invasive surgery minimal nggak cuma di bidang bedah umum, tetapi juga di bidang lain-lain, misalnya di bidang ortopedi," lanjutnya.

Mengapa Diperlukan Laparoskopi?

Dikutip dari Primaya Hospital, orang dengan gejala sakit di area perut, operasi laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis:

  • Tumor
  • Penyumbatan
  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Usus buntu
  • Batu empedu
  • Fibroid
  • Kista ovarium
  • Endometriosis
  • Prolaps panggul

"Usus buntu kan secara tradisional itu menggunakan metode operasi open ya, kemudian isi-isinya juga cukup lebar sekitar 5 cm, tapi kalau menggunakan metode invasive surgery ini cuma tiga titik," lanjutnya.

Efek Samping Laparoskopi

Menurut dr Bambang, efek samping laparoskopi terbilang minim daripada metode operasi buka (open). Meskipun demikian, metode ini cukup sulit dilakukan apabila pasien memiliki penyakit tertentu, seperti cedera hingga perlukaan pada organ tubuh.

"Efek sampingnya terutama untuk pasien-pasien ada sesuatu yang tidak kita duga. Misalnya, contoh ketika kita operasi batu empedu, terjadi perlukaan pada liver atau terjadi cedera pada bagian saluran empedu yang ke arah liver. Kita agak sulit memperbaikinya dengan menggunakan laparoskopi, pasti kita buka menggunakan metode biasa," tutur dr Bambang.



Simak Video "Marshanda Idap Tumor Payudara, Kini Jalani Pengobatan di Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)