Selasa, 22 Mar 2022 13:00 WIB

Boeing 737-800 Milik China Jatuh, Mendadak Muncul Rasa Takut Naik Pesawat?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
FILE PHOTO: A Boeing 737 MAX 8 sits outside a hangar during a media tour of the Boeing 737 MAX at the Boeing plant in Renton, Washington December 8, 2015. REUTERS/Matt Mills McKnight/File Photo Boeing 737-800 milik China jatuh, mendadak muncul rasa takut naik pesawat? (Foto: REUTERS/Matt McKnight)
Jakarta -

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai China Eastern Airline yang jatuh di Guangxi, China bagian selatan pada Senin (23/3/2022) waktu setempat, dilaporkan hancur. Beberapa foto yang menunjukkan bagian pesawat yang membawa 132 orang itu, terlihat sangat hancur.

Mendengar berita tentang pesawat jatuh dan hancur berkeping-keping, membuat beberapa orang merasa takut menggunakan moda transportasi udara tersebut. Menurut psikiater yang fokus pada fobia, dr Ian Shulman, menjadi hal wajar ketika seseorang merasa takut menggunakan moda transportasi pesawat setelah mendengar kabar kecelakaan.

"Jika Anda mendengar berita pesawat jatuh dan Anda akan naik pesawat dalam beberapa hari, otak Anda secara otomatis akan berpikir 'Oh jika itu bisa terjadi pada mereka, itu bisa juga terjadi pada saya'," terang dr Ian Shulman, dikutip dari CTV News Toronto, Selasa (22/3/2022).

Kenapa Ada Orang Takut Naik Pesawat?

Berdasarkan fakta penelitian, pesawat terbang dianggap sebagai salah satu moda transportasi perjalanan yang paling aman. Bahkan pada 2017 lalu, otoritas penerbangan internasional mencatat tidak adanya kecelakaan penerbangan penumpang yang fatal di seluruh dunia.

Menurut dr Ian, kecemasan dan ketakutan ketika menggunakan moda transportasi udara berkaitan dengan perasaan kehilangan kendali. Ketakutan juga bisa berkaitan dengan rasa tidak nyaman ketika berada di dalam benda di atmosfer tanpa ada cara untuk melarikan diri ketika terjadi sesuatu.

Sementara jika bepergian dengan moda transportasi lain, seperti kendaraan darat, seseorang bisa dengan mudah membuka jendela dan menghirup udara segar. Sehingga, rasa gugup dan tidak nyaman hilang dengan sendirinya.

"Ketika kita berada di pesawat, kita tidak memiliki kesempatan seperti itu (membuka jendela saat merasa gugup)... Sebenarnya itu memberikan kita rasa kendali," katanya. "Ketidakpunyaan akan rasa kendali, menjadi faktor utama rasa takut."



Simak Video "Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi, Dirjen WHO Kecewa"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)