Selasa, 22 Mar 2022 19:01 WIB

Nih Boys! Dokter Ungkap Sakitnya Nyeri Haid Hampir Sama dengan Serangan Jantung

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi nyeri haid Dokter mengungkap rasa sakit nyeri haid sama dengan serangan jantung. Foto: shutterstock
Jakarta -

Bagi wanita, nyeri menstruasi dirasakan hampir tiap bulan. Beberapa menggambarkan nyeri saat menstruasi bak ada yang meninju dan mengoyak isi perutmu.

Sayangnya, sebagian besar orang (baca: pria) kerap menyepelekan rasa sakit yang timbul saat menstruasi. Padahal, tidak sedikit wanita yang akhirnya tak bisa beraktifitas normal lantaran nyeri haid yang ia rasakan begitu menyakitkan.

Rasa sakit akibat nyeri haid atau dismenore yang tidak dirasakan oleh para pria ternyata hampir sama buruknya dengan serangan jantung.

"Nyeri kram sama hampir sama buruknya dengan serangan jantung," kata John Guillebaud, profesor kesehatan reproduksi di University College London dikutip dari Quartz.

Riset mengungkap nyeri haid yang parah ini mengganggu kehidupan sehari-hari sekitar satu dari lima wanita, tetapi terlalu banyak dokter yang mengabaikan gejala dan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas meskipun ibuprofen sering kali tidak membantu.

Endometriosis, penyebab kedua nyeri haid setelah dismenore, diperkirakan mempengaruhi satu dari sepuluh wanita di masa subur mereka.

Jelas, pilihan pengobatan jauh dari ideal. Tetapi karena menstruasi adalah suatu kondisi yang hanya mempengaruhi wanita, hal tersebut kerap tidak mendapat perhatian lebih.

"Pria tidak mengerti dan itu tidak diberikan sentralitas yang seharusnya. Saya percaya itu adalah sesuatu yang harus ditangani, seperti hal lain dalam kedokteran," kata Guillebaud.



Simak Video "Wanita Menstruasi Aman dari Gagal Jantung, Benarkah? "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)