Beberapa waktu lalu, pemerintah membuka kemungkinan aturan pembatasan COVID-19 diperlonggar saat bulan Ramadhan. Diharapkan nantinya aktivitas ibadah bisa dilakukan secara maksimal di tahun ini.
Meski dilonggarkan, ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menegaskan bahwa aturan pembatasan seharusnya tetap ada. Tetapi, memang tidak perlu dilakukan seketat sebelumnya.
"Tapi, jangan salah mengartikan ya. Tidak perlu diperketat bukan berarti tidak ada pembatasan. Tapi, dalam level yang tidak seketat dulu, tapi tetap ada, protokol kesehatannya juga tetep ada," tegas Dicky pada detikcom, Selasa (22/3/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pakai masker tetap, tapi salatnya sudah bisa dempet, saf-nya itu berdekatan. Kalau sebelumnya, pakai masker, jaga jarak, jadi antar orang salat ada jarak 1 meter setidaknya," lanjutnya.
Bagi kelompok yang berisiko, termasuk lansia, Dicky juga menyarankan untuk segera mendapatkan vaksinasi booster terlebih dulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus Corona.
Jika ingin salat berjamaah saat tarawih, Dicky mengimbau agar tetap menggunakan masker. Sebab, masker merupakan intervensi yang paling efektif.
"Kewajiban masker jangan sampai hilang, karena itu intervensi paling efektif mencegah penularan COVID-19. Setidaknya pakai masker yang ada 2 lapis, 3 lapis, itu sangat efektif," terang dia.
"Bahkan yang berisiko tinggi kalau salat, misalnya tarawih, dia harus sudah booster. Sesekali mau salat ya pakai (masker) harus yang N95," sambungnya.
Maka dari itu, Dicky mengingatkan masyarakat untuk tidak beranggapan bahwa sudah bebas dari COVID-19 karena pelonggaran aturan. Sebab, pandemi masih belum berakhir.
"Jangan sampai beranggapan sudah bebas, nggak begitu, berbahaya sekali. Karena sekali lagi, cakupan vaksinasi tinggi nggak menjamin, jadi harus tetap (menerapkan protokol kesehatan) sekarang ini," tegas Dicky.
"Masalahnya pandemi, fase kritis belum berakhir, dan fase akut dari pandemi COVID-19 ini belum terlampaui, baik secara global maupun nasional. Ini yang membuat kita harus bersabar menunggu sampai pertengahan tahun," pungkasnya.
(sao/naf)











































