Selasa, 05 Apr 2022 06:28 WIB

Kisah Pilu Dokter Selamatkan Warga Ukraina yang Buta Gegara Ledakan Bom

Vidya Pinandhita - detikHealth
Smoke rises in the air in Lviv, western Ukraine, Saturday, March 26, 2022. With Russia continuing to strike and encircle urban populations, from Chernihiv and Kharkiv in the north to Mariupol in the south, Ukrainian authorities said Saturday that they cannot trust statements from the Russian military Friday suggesting that the Kremlin planned to concentrate its remaining strength on wresting the entirety of Ukraines eastern Donbas region from Ukrainian control. (AP Photo/Nariman El-Mofty) Situasi Ukraina imbas gempuran serangan Rusia. Foto: AP Photo
Jakarta -

Ledakan bom pada 11 Maret lalu di wilayah Ukraina timur Oblast Dnipropetrovsk menabrak rumah Olena Selichzianowa, menyebabkan cedera dan kebutaan pada Olena dan kedua putra kembarnya yang masih berusia lima tahun, Nazar dan Timur.

Olena menggambarkan, saat itu dirinya impuls berlutut, menarik kedua putranya untuk berlindung dari pecahan peluru. Namun setelah ledakan, ia tak lagi ingat apa yang terjadi.

Olena beserta kedua putranya menjadi buta akibat terkena pecahan yang terbang, memotong lengan dan wajah mereka. Kulit mereka terbakar parah, pecahan kaca kecil menempel di salah satu mata Olena.

Keluarga tersebut kemudian ditarik dari reruntuhan dan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, luka mereka amat serius sehingga harus segera dipindahkan.

Seorang spesialis mata di Lviv, dr Nataliya Preys, menerima kabar perihal cedera pada Olena dan kedua anaknya. Ia segera mengirim laporan gambar luka kepada mantan gurunya di Polandia, Profesor Robert Rejdak di Universitas Kedokteran Lublin.

Dalam kondisi memerlukan pengobatan sesegera mungkin, Olena bersama Nazar dan Timur harus menempuh waktu hingga seminggu untuk bisa mencapai Polandia. Kendala tersebut disebabkan pertempuran di Ukraina.

Profesor Redjak menggambarkan, Olena dan kedua putranya bak 'datang dari neraka'. Olena kemudian diberi penanganan operasi katarak bilateral. Operasinya disebut amat rumit lantaran terdapat pecahan kaca di salah satu mata.

"Mereka datang dari neraka," ujar Profesor Redjak, dikutip dari BBC, Senin (4/4/2022).

"Untungnya operasi berjalan dengan sangat sempurna dan Olena melihat hampir sepenuhnya dua hari setelahnya. Proses penyembuhannya sempurna jadi saya berharap ini akan menjadi lebih baik lagi. Tapi setidaknya sekarang dia bisa melihat anak laki-lakinya," imbuhnya.

Akan tetapi, kedua putra Olena Nazar dan Timur tak bernasib sama. Seperti apa kondisi kedua bocah tersebut? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2