Selasa, 05 Apr 2022 10:00 WIB

Minum Oralit Saat Sahur? Bahaya Sih Nggak, Tapi..

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Close up young indian woman pouring soluble anti-influenza powder in glass of water. Sick millennial girl student feeling unwell, relieving grippe fever flu symptoms, high temperature, headache. Minum oralit saat sahur? (Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes)
Jakarta -

Media sosial diramaikan oleh unggahan seseorang yang mengaku tidak merasa sedang puasa, gara-gara minum oralit saat sahur. Tapi dokter meluruskan, oralit justru memicu efek yang sebaliknya.

Menanggapi isu ini, dr Karin Wiradarma, MGizi, SpGK, spesialis gizi klinik dari Ambrosia Klinik dan Estetik, menjelaskan bahwa oralit sebenarnya aman-aman saja untuk diminum saat sahur. Namun terkait klaim tidak cepat lapar, ia meluruskan beberapa hal. Sebelumnya, ia terlebih dahulu menjelaskan mengenai oralit.

"Oralit itu kan sebenernya, isinya kan air yang ditambahkan dengan garam dan gula dalam jumlah tertentu. Nah, garam dan gula itu mengandung glukosa, natrium, ada kaliumnya juga. Jadi, intinya adalah air dengan kandungan gula dan elektrolit," jelas dr Karin kepada detikcom, Senin (4/4/2022).

dr Karin menjelaskan bahwa dengan kandungan elektrolit, baik secara umum dan dalam oralit, pengosongan lambung akan lebih lama jika dibandingkan dengan minum air putih biasa. Pengosongan lambung yang cepat tersebut yang membuat seseorang jadi mudah lapar.

Secara umum, elektrolit saat seharian berpuasa juga membantu fungsi organ-organ tubuh yang dapat membuat tubuh menjadi lebih segar dan berenergi. Namun, oralit tidak dapat menjadi "jalan tikus" untuk menahan lapar saat puasa.

"Sebenernya sih ini [oralit] hanya sebagai 'pembantu' lah, gitu. Karena, bagaimanapun juga, dia bukan kayak 'alat super' lah yang bisa 'oh, bener-bener nih nggak laper!' gitu karena, bisa aja, ada orang yang emang kalau laper ya laper aja gitu. [Oralit] cuma bisa membantu memperlambat pengosongan lambung gitu, tapi, bukan berarti 'oh, pasti nih, nggak bakal laper' gitu ya," jelas dr Karin.

Selanjutnya
Halaman
1 2