ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Apr 2022 08:31 WIB

Varian XE 10 Persen Lebih Menular? Ini Fakta-fakta 3 Rekombinasi Omicron

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Fakta-fakta 3 rekombinasi Omicron. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Topik Hangat Geger Omicron XE
Jakarta -

Dunia kini dihebohkan temuan varian Corona baru 'varian XE', yakni rekombinasi dari Omicron BA.1 dan BA.2. Varian tersebut diyakini menjadi varian Corona paling menular di dunia. Lantas, seperti apa temuan para pakar hingga saat ini terkait tingkat keparahan infeksi varian XE?

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan varian XE pertama kali dideteksi di Inggris pada pertengahan Januari 2022. Tercatat hingga 22 Maret 2022 varian XE sudah terdeteksi sebanyak 763 sampel di Inggris, kemudian juga di Tiongkok dan Thailand.

Namun perihal keparahan penyakit akibat infeksi varian XE, Prof Tjandra menegaskan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang pasti lantaran kasusnya masih sedikit. Ia menyebut, XE adalah bagian dari 'Tiga X'. Dua lainnya yakni XD dan XF yang merupakan rekombinasi sub varian dari Omicron, serta yang gabungannya dengan varian Delta

"Karena jumlah kasus masih sedikit maka belum ada bukti ilmiah yang pasti tentang dampak ke-'Tiga X' ini, hanya yang XE memang diperkirakan 10 persen lebih mudah menular," ujar Prof Tjandra dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (6/4/2022).

"Para pakar dunia masih terus meneliti tentang ada tidaknya dampak 'Tiga X' ini pada berat-ringannya penyakit, atau kemungkinan dampak pada alat diagnosis, obat dan juga vaksin," imbuhnya.

Lebih lanjut Prof Tjandra mengingatkan, mutasi, kemunculan varian baru, dan rekombinasi dapat terjadi pada virus pada umumnya termasuk SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Rekombinasi memang bisa saja terjadi (not an unusual occurrence) khususnya di populasi yang memiliki berbagai varian beredar.

"Tetapi, adanya mutasi, varian baru dan atau rekombinasi belum tentu punya dampak pada manusia, sebagian besar malah tidak ada dampaknya dan akan hilang, disebut sebagai 'most die off relatively quickly'," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
Topik Hangat Geger Omicron XE

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT