ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Apr 2022 17:45 WIB

Gorengan Skip Dulu! Intip Menu Takjil Sehat Ala Dokter Gizi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Traditional iftar food. Ilustrasi menu buka puasa. (Foto: Getty Images/brightstars)
Jakarta -

Berbuka dengan gorengan, makanan dan minuman manis, menjadi sebuah kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia saat berpuasa Ramadan. Namun, mengonsumsi menu tersebut bisa berdampak pada kesehatan.

Ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen mengimbau agar kebiasaan tersebut dihindari. Sebab, saat menjalankan ibadah puasa, seseorang perlu menaikkan kadar gula darahnya secara bertahap.

"Jadi untuk menaikkannya (gula darah) itu harus pelan, tubuh kita juga perlu adaptasi," kata dr Tan dalam diskusi daring disiarkan Kementerian Kesehatan RI, Rabu (6/4/2022).

Lantas, menu berbuka seperti apa yang harus dikonsumsi masyarakat agar kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi?

Saat membatalkan puasa, mulailah dengan minum air putih dan mengkonsumsi kurma. Minum air putih menjaga tubuh tetap terhidrasi usai tidak minum seharian.

"Kalau kesulitan mencari kurma, bisa diganti dengan kelapa muda atau buah lontar. Jadi tidak dimulai dengan kue, gorengan, ataupun jajan pasar," imbau dr Tan.

Selain itu, dr Tan juga menyarankan agar memulai menu buka puasa dengan makanan berkuah seperti sup atau soto. Kemudian setelah menunaikan ibadah maghrib, bisa dilanjut dengan makan makanan bergizi lengkap.

Makanan bergizi dan lengkap tidak harus nasi, tetapi bisa diganti dengan ubi-ubian. Kemudian harus mengkonsumsi buah, protein, dan juga sayur.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT