Konsumsi Makanan Berlemak Bisa Picu Diabetes, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Konsumsi Makanan Berlemak Bisa Picu Diabetes, Kok Bisa?

Atta Kharisma - detikHealth
Sabtu, 09 Apr 2022 12:02 WIB
Shutterstock
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan pasti akan menimbulkan efek yang tidak baik, termasuk lemak. Pasalnya, konsumsi lemak yang berlebih akan meningkatkan risiko obesitas.

Hal ini bisa mengancam kondisi kesehatan, sebab obesitas merupakan akar dari berbagai macam penyakit, seperti diabetes.

Data penelitian terhadap lebih dari 1.000 orang responden yang dipublikasikan Jurnal Gizi Pangan menunjukkan tingkat asupan lemak harian merupakan salah satu faktor risiko obesitas pada responden dewasa berusia 25-65 tahun.

Penelitian lain pada jurnal Nutrients juga menunjukkan adanya kaitan antara asupan lemak dan risiko obesitas. Hasil penelitian itu juga memperlihatkan tingkat asupan lemak harian dan diet tinggi lemak berkaitan positif dengan berat badan serta risiko obesitas.

Lantas, bagaimana kaitan antara lemak dengan obesitas? Kenaikan berat badan terjadi ketika asupan kalori harian dari makanan lebih besar dibandingkan dengan jumlah kalori yang digunakan untuk fungsi tubuh dan aktivitas harian.

Lemak sendiri mengandung kalori yang lebih besar dibandingkan nutrisi lainnya, sehingga rentan menyebabkan lonjakan asupan kalori bila tidak dibatasi dengan baik.

Perlu diingat, menjaga berat badan tidak cukup hanya dengan membatasi lemak. Namun, perlu dibarengi pola makan sehat dan seimbang, serta dikombinasi olahraga rutin.

Obesitas juga berkaitan erat dengan banyak masalah kesehatan, termasuk diabetes. Banyak data yang menunjukkan obesitas sebagai salah satu faktor risiko diabetes.

Salah satunya penelitian pada jurnal Diabetologia yang menunjukkan adanya peningkatan risiko diabetes pada penderita obesitas, meskipun mereka memiliki risiko genetik diabetes yang rendah dan menjalankan pola hidup sehat hingga 8 kali lebih tinggi.

Karenanya, membatasi asupan lemak penting dilakukan sebagai bagian dari pola makan sehat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan pembatasan asupan lemak harian maksimal 67 gram per hari atau setara dengan 5 sendok makan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi gorengan, memilih produk yang rendah lemak, dan mengurangi konsumsi daging olahan.

Tidak hanya membatasi jumlahnya, memilih jenis lemak yang lebih baik juga dapat bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya untuk menjaga kesehatan jantung, maka dapat mengganti konsumsi sumber lemak jenuh (lemak jahat) yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat, dengan lemak tidak jenuh (lemak baik).

Salah satu caranya adalah dengan memilih minyak yang rendah lemak jenuh, seperti produk Tropicana Slim Cooking Oil. Tropicana Slim Cooking Oil hadir dalam berbagai varian rasa dan aroma, seperti Tropicana Slim Corn Oil, Tropicana Slim Extra Virgin Olive Oil, Tropicana Slim Canola Oil, atau Tropicana Slim Sunflower Oil.

Semua produk Tropicana Slim Cooking Oil mengandung kadar lemak jenuh yang lebih rendah sehingga cocok sebagai pilihan yang lebih sehat, baik untuk memasak ataupun sebagai salad dressing hidangan sehat.



Simak Video "Cegah Obesitas Anak, Dokter Spesialis Sarankan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT