ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Apr 2022 05:05 WIB

3 Fakta Perdarahan Otak yang Dialami Ade Armando Usai Dikeroyok

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Grace Natalie dkk Saat Menjenguk Ade Armando Foto: Grace Natalie dkk Saat Menjenguk Ade Armando (Dok Instagram Grace Natalie)
Jakarta -

Ade Armando, dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dikeroyok saat demo 11 April lalu. Demo tersebut digelar aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kompleks DPR RI.

Nahas, dirinya kini harus terbaring di rumah sakit dan CT Scan Ade Armando menunjukkan yang bersangkutan mengalami perdarahan otak.

"Hasil CT scan tadi malam itu menunjukkan Bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang," kata Sahabat Ade, Nong Darol Mahmada, dikutip dari detikNews.

Apa Itu Perdarahan Otak?

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K) KIC MARS, perdarahan otak bisa disebabkan karena benturan. Perdarahan tersebut bisa mengintai bagian manapun pada otak, seperti salah satunya di bagian belakang otak.

Dalam beberapa kasus, pasien memang memerlukan tindakan operasi. Namun, dr Mursyid menekankan penanganannya bakal berbeda tergantung dengan keparahan perdarahan otak yang terjadi.

"Perdarahan otak itu bisa terjadi spontan (sering disebut Stroke Perdarahan) dan bisa juga akibat trauma atau benturan. Lokasi perdarahan dapat terjadi di lokasi manapun di otak, seperti contoh perdarahan di otak belakang," kata dr Mursyid saat dihubungi detikcom, Selasa (12/4).

"Risikonya tergantung keparahan, begitu juga penyembuhan tergantung keparahan. Pada beberapa kondisi, membutuhkan tindakan operasi," lanjutnya.

Efek Fatal Perdarahan Otak

dr Mursyid menegaskan risiko fatal bisa mengintai pasien yang mengalami perdarahan otak. Jika tingkat keparahan sangat tinggi, bukan tidak mungkin pasien meninggal dunia.

"Kalau perdarahan ringan akan sembuh seperti sediakala. Namun butuh waktu untuk penyerapan bekuan darah yang terjadi. Kalau pada perdarahan yang sangat parah tentu bisa saja meninggal dunia," terang dr Mursyid saat dihubungi detikcom, Selasa (12/4/2022).

"Ada beberapa pertimbangan untuk dilakukan operasi misalnya volume perdarahan, lokasi dan kondisi klinis pasien sendiri," sambung dia.

Pasien yang mengalami penurunan kesadaran akibat perdarahan otak berisiko mengalami kondisi fatal tersebut.

"Banyak hal yang mempengaruhi penurunan kesadaran antara lain perdarahan yang besar, memar dan sembab otak atau lokasi trauma mengenai batang otak," katanya.

"Kalau kesadaran semakin lama semakin menurun tentu berbahaya," tegas dia.

Ade Armando dipindahkan dari ruang ICU ke HCU. Apa bedanya? Next di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menjalani Intermittent Fasting"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Update Korban Tragedi Kanjuruhan
Update Korban Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya