ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Apr 2022 07:30 WIB

Vaksin Kanker Serviks Bikin Mandul, Benarkah? Ini Faktanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Young doctor giving COVID 19 vaccine to young woman at home Vaksin HPV untuk cegah kanker serviks. (Foto: Getty Images/iStockphoto/MJimages)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bakal mewajibkan vaksin HPV atau vaksin kanker serviks. Vaksin ini akan tersedia secara gratis mulai tahun ini.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim. Penyakit kanker serviks menempati nomor 2 sebagai jenis kanker yang paling banyak diidap perempuan Indonesia.

Namun masih banyak hoaks yang beredar soal vaksin kanker serviks ini, salah satunya menyebabkan mandul. Bagaimana faktanya?

"Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian POF ini dengan penggunaan vaksin HPV," tegas Kemenkes dikutip dari laman resminya, Rabu (20/4/2022).

Kemenkes menambahkan Premature Ovarian Failure (POF), sekarang disebut sebagai Primary Ovarian Insufficiency (POI), adalah istilah yang digunakan oleh praktisi medis ketika ovarium seorang wanita berhenti bekerja normal sebelum dia berusia 40 tahun. Hal ini jarang terjadi pada remaja.

Keamanan vaksin kanker serviks juga sudah terjamin. Sejak pertama kali mendapat izin edar pada tahun 2006, lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional.

Vaksinasi kanker serviks atau HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks yang tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100 persen jika diberikan sebanyak 2 kali pada kelompok umur wanita yang belum pernah terinfeksi HPV yaitu pada anak perempuan umur 9-13 tahun.

Simak Video 'Ini Target Penerima Vaksin Kanker Serviks Gratis':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT